Berita Internasional

Kabar Ratusan Mahasiswa Indonesia Kerja Paksa di Taiwan, Hoaks atau Fakta? Simak Klarifikasinya

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

Kabar Ratusan Mahasiswa Indonesia Kerja Paksa di Taiwan, Hoaks atau Fakta? Simak Klarifikasinya
Ko Chih-en via Taiwan News
Foto terduga pelajar yang sedang bekerja sebagai buruh di Taiwan. Politisi setempat mengaku ada ratusan pelajar Indonesia yang dipaksa bekerja di sana. 

Fakta kejadian ini diungkap oleh seorang politisi Taiwan, Kuomintang Ko Chih-en.

Pemerintah pun menanggapi kabar mengenai ratusan mahasiswa yang kerja paksa di Taiwan.

Narasi yang beredar:

Ratusan mahasiswa ini dikabarkan menjadi buruh pabrik dengan tugas mengemas lensa kontak dengan waktu kerja 10 jam.

Pemberitaan ini sontak menjadi perbincangan di media sosial. Banyak warganet yang meminta kejelasan informasi dari pemerintah.

Penelusuran Kompas.com:

Dari pemberitaan sebelumnya, ratusan mahasiswa yang dipaksa bekerja tersebut hanya mendapatkan pelajaran selama dua hari dalam seminggu.

Terlepas dari waktu belajar tersebut, mereka selama empat hari dalam seminggu mengemas 30.000 lensa kontak di sebuah pabrik di Taiwan. Adapun waktu kerjanya adalah 10 jam dan waktu istirahat 2 jam.

Padahal, disebutkan program kerja-magang yang ideal adalah satu tahun di kampus dan satu tahun di dunia industri. Pemerintah Indonesia dan Taiwan mempunyai kerja sama terkait program kerja-magang bagi mahasiswa.

Sebagian besar mahasiswa ini beragama Islam. Namun, selama bekerja di pabrik, mereka dikabarkan mendapatkan makanan yang mengandung babi.

Halaman
123
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved