Berita Kota Kupang Terkini

Sosiolog: Penutupan Karang Dempel Akan Buat Modus Operandi Prostitusi Baru di Kota Kupang

Penutupan lokalisasi Karang Dempel (KD) di Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang akan membuat modus operandi prostitusi baru

Sosiolog: Penutupan Karang Dempel Akan Buat Modus Operandi Prostitusi Baru di Kota Kupang
ISTIMEWA
Ketua Jurusan Sosiologi Undana Kupang, Drs. Yos E Jelahut, M.Si 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Penutupan lokalisasi terbesar di Kota Kupang, Karang Dempel (KD) yang terletak di Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang akan membuat modus operandi prostitusi baru.

"Saya sebagai orang yang belajar sosiologi tidak yakin 100 persen lokalisasi tersebut ditutup. Saya yakin saat lokalisasi ditutup mereka (PSK) akan menyamar di kos-kos dan memilih modus operandi yang lain," kata Sosiolog dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Drs. Yos E. Jelahut, M.Si ketika dihubungi POS-KUPANG.COM per telepon, Kamis (3/1/2019) siang.

Dari sudut pandang sosiologis, lanjut Yos, lokalisasi merupakan hal yang fungsional dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mengontrol dan memanage para PSK.  "Dari pada mereka liar dimana-mana dan tidak terkontrol," tegasnya.

Warga Aegela Ngada Mengeluh Listrik Selalu Padam

Ketua Jurusan Sosiologi Undana Kupang ini mengaku, kebijakan pemerintah Kota Kupang menutup lokalisasi KD tidak serta merta menutup prostitusi yang ada di Kota Kupang.

Hal tersebut, tambah Yos, malah membuat para PSK tidak terkontrol dan terlokalisir. "Praktek prostitusi itu tidak bisa ditutup, sebenarnya dengan lokalisasi mereka lebih gampang di kontrol. Artinya kita jangan menganggap diri sok suci dan menganggap mereka seperti orang buangan. kita harus memanage dengan baik," katanya.

Ratusan Pohon Pisang di Desa Waesae Tumbang Diterpa Angin

Ia menjelaskan, ditutupnya Lokalisasi KD secara otomatis menutup harapan hidup dari para PSK karena selama ini mereka menggantungkan hidup dari pekerjaan tersebut.

Ia mengungkapkan, pemerintah juga harus menyediakan lapangan pekerjaan baru sehingga para PSK dapat beralih profesi.

Menurutnya, para PSK juga harus didata dan diinventarisir sesuai bidang keahlian dan kemampuannya lalu diberikan pelatihan serta pengembangan diri sehingga siap bekerja di lapangan pekerjaan yang baru.

"Kalau pemerintah sudah menutup harapan hidup mereka, pemerintah harus menyediakan harapan hidup yang lain dengan mendidik mereka untuk punya keterampilan dan menyalurkan mereka ke tempat-tempat pekerjaan," jelasnya.

"Walaupun nantinya tidak 100 persen, paling tidak sebagian besar bisa dijangkau," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved