Berita Kota Kupang

Ini Alasan PSK Masih Beraktivitas Meski Lokalisasi Karang Dempel Sudah Ditutup

Kami masih menunggu keputusan yang jelas dari Pemerintah Kota Kupang, seperti apa nasib kami dan kapan diberi uang

Ini Alasan PSK Masih Beraktivitas Meski Lokalisasi Karang Dempel Sudah Ditutup
POS-KUPANG.COM / AMBUGA LAMAWURAN
Plang Penutupan Lokalisasi Karang Dempel di Karang Dempel. Foto dilakukan pada Selasa (1/1/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Lokalisasi Karang Dempel (KD) di Kecamatan Alak telah resmi ditutup oleh Pemerintah Kota Kupang pada 1 Januari 2019.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Rabu (2/1/2018) malam sejumlah pekerja seks komersial (PSK) di Lokalisasi tersebut masih beraktivitas melayani pelanggan. Alasannya, mereka butuh uang untuk bertahan hidup.

"Kami masih menunggu keputusan yang jelas dari Pemerintah Kota Kupang, seperti apa nasib kami dan kapan diberi uang. Kalau kami tidak layani pelanggan yang datang, kami mau hidup pakai apa, sementara kami masih di sini," ungkap salah seorang PSK.

Beberapa pelanggan di Lokalisasi tersebut tampak hilir mudik, mengantre di depan kamar PSK.

Mereka mengantre karena jumlah PSK yang ada sudah berkurang. "Kalau kamar-kamar yang tertutup itu mas, udah pada pulang," ungkap salah seorang PSK.

Dicabuli Pacar dan Temannya di Tiga Lokasi, Siswi SMP Ini Tewas dengan Kepala dan Telinga Berdarah

Cantik Sejak Lahir Lalu Dinobatkan Jadi ‘Wanita Paling Cantik di Dunia’ Versi TC Candler.

Tega Nian. Orangtua Hadiri Pesta, Bocah 2 Tahun Diperkosa Pria Mabuk

Segerombolan pemuda yang datang tampak tersenyum riang, setelah tau bahwa ada PSK yang masih beraktivitas di KD.

"Yah beta (saya) kira sudah ditutup benaran, tapi ternyata masih buka. Jadi katong masih bisa main ke sini lagi," ungkap salah seorang pemuda.

Tujuh Tahun Menanti Calon Istri. Yuk Simak! Kisah Cinta Ustaz Adi Hidayat. Pakai Syarat Ini

Anda Wajib Tahu Angka SAR pada Smartphone yang Miliki Radiasi Tinggi

Salah seorang PSK mengungkapkan, hari ini, Kamis (3/1/2018) mereka akan bertemu dengan Walikota Kupang, di Jefri Riwu Kore pukul 14.00 Wita untuk berbicara soal kejelasan nasib mereka.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved