Berita Nasional Terkini

Anggota Komisi II DPR Minta Penyebar Hoaks Surat Suara Sudah Coblos Segera Diperiksa, Ini Alasannya

Anggota Komisi II DPR minta penyebar hoaks surat suara sudah coblos segera diperiksa polisi, ini alasannya

Anggota Komisi II DPR Minta Penyebar Hoaks Surat Suara Sudah Coblos Segera Diperiksa, Ini Alasannya
KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado
Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Achmad Baidowi 

Anggota Komisi II DPR minta penyebar hoaks surat suara sudah coblos segera diperiksa polisi, ini alasannya

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Anggota Komisi II DPR, Achmad Baidowi menilai, hoaks yang menyebutkan ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos merupakan bentuk teror terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019. Menurut dia, pihak kepolisian harus turun tangan untuk mengungkap penyebar hoaks ini.

"Beredarnya kabar hoaks atau kabar bohong yang menyebutkan ada 7 kontainer surat suara yang tercoblos patut diduga sebagai teror untuk pemilu. Polisi harus segera bertindak untuk mengungkap apakah ada niatan untuk mengacaukan ataupun menggagalkan pemilu dibalik menyebarnya informasi sesat tersebut," ujar Achmad Baidowi, yang biasa disapa Awi, melalui keterangan tertulis, Kamis (3/1/2019).

Awi mengatakan, pihak yang menyebarkan informasi ini harus segera diperiksa karena telah menimbulkan kepanikan yang berpotensi menciptakan kegaduhan di masyarakat.

Kelompok Ali Kalora cs Bertahan dengan Teknik Gerilya di Sekitar Pegunungan Poso Jadi 10 Orang

Apalagi, kata dia, hoaks ini sampai membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu turun langsung untuk membuktikannya.

"Ini kan menguras tenaga dan pikiran," ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan ini.

KPU Akan Laporkan Penyebar Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos ke Polisi

Awi juga mengimbau para elite politik untuk tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan kabar ini di media sosial.

Informasi mengenai adanya tujuh kontainer berisi surat suara pemilu beredar mulai Rabu (2/1/2019) sore.

Pada Rabu malam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) langsung mengecek berkas bersama Bawaslu dan Bea dan Cukai di Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Setelah dicek, KPU menyatakan kabar tersebut bohong. KPU juga membantah kabar yang menyebut KPU telah menyita satu kontainer yang berisi surat suara yang sudah dicoblos.

"Hari ini kami memastikan, berdasarkan keterangan yang didapat oleh pihak Bea Cukai, tidak ada kebenaran tentang berita tujuh kontainer tersebut, itu tidak benar," kata Ketua KPU Arief Budiman.

KPU hingga saat ini belum melakukan produksi surat suara. Surat suara rencananya baru akan diproduksi pertengahan Januari 2019. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved