Opini Pos Kupang

Refleksi Tahun Baru: Menjalani Hidup Secara Bermakna

Mungkin ada kegagalan dalam mencapai rencana hidup pribadi maupun bersama. Atau ada yang kehilangan sahabat

Refleksi Tahun Baru: Menjalani Hidup Secara Bermakna
FOTO FB LEO MALI
Romo Leo Mali (kiri) dan Menteri Kelautan RI Susi Pudjiiastuti di Vatikan 

Oleh Romo Leo Mali, Pr
Tinggal di Roma, Italia

POS-KUPANG.COM - Kita baru saja melewati tahun 2018 dan memasuki tahun 2019. Saya menuliskan catatan kecil ini. Semoga menemani renungan anda.

Sejumlah kejadian dan peristiwa telah dilewati di sekitar kita. Ada ketidakadilan dalam kehidupan sosial (misalnya sekian korban human trafficking yg tidak ditanggapi secara memadai). Ada malapetaka serta bencana alam (begitu banyak bencana alam di Indonesia).

Mungkin ada kegagalan dalam mencapai rencana hidup pribadi maupun bersama. Atau ada yang kehilangan sahabat dan kerabat serta orang orang terkasih. Ada yang menghadapi kesulitan ekonomi. Atau bahkan ada yang mengalami angin ribut dalam hidup rumah tangga. Tahun ini mungkin memuat semua hal yang membuat hati sedih, berduka bahkan marah.

Kepoin Ramalan Zodiak Kamu Hari Ini Senin 1 Januari 2019, Karir dan Asmara

V BTS Ulang Tahun, ARMY Baper, V Citakan dan Ucapkan Kata-Kata yang Mengharukan

Selama 2018, 2.564 Bencana Terjadi di Indonesia

Tapi saya juga mengajak kita untuk menyadari bahwa selama tahun ini, pada waktu yang sama ada pula banyak peristiwa menggembirakan. Bencana alam yang bertubi-tubi menumbuhkan kesadaran kalau kita begitu rapuh dan kecil. Hal ini serta merta memupuk kepedulian dan solidaritas. Perlahan tapi memberi harapan.

Begitu pula di tengah kehilangan orang-orang terkasih selalu hadir pula orang orang baru. Mereka yang pergi memang tidak kembali. Tapi mereka yang hadir juga tidak terduga.

Entah yang datang maupun yang pergi, sungguh tdk bergantung dari saya. Bagi mereka yang mengalami kesulitan ekonomi dan angin ribut dalam rumah, ternyata kita masih bertahan hingga ke akhir tahun ini.

Ada satu hal penting yang semakin saya sadari bahwa saya hidup dalam waktu, di tengah belantara peristiwa dan kejadian yang tidak bergantung pada padaku.Tapi tentu saya bukanlah penonton yang pasif. Karena tak seorang pun ingin hidup tanpa arti, setiap saat selalu saya hadapi dengan rencana.

Saya ingin memberi warna pada lingkungan dan peristiwa di mana saya berada. Semua hal, kejadian dan peristiwa yang baik maupun yang tidak baik, yang meski tidak bergantung dari saya, tidak bisa terlepas dari tanggapan saya. Karena meski saya terbatas, di hati saya tetap ada harapan yang tidak terbatas.

Harapan ini membuat saya sanggup melihat setiap kejadian dan peristiwa yang ada di sekeliling saya dengan cara yang berbeda. Bahwa melalui semua peristiwa ini Tuhan memberi saya kesempatan untuk memaknai hidup saya. Agar saya menjalani hidup secara bermakna dengan mulai menyadari dua hal sekaligus.

Halaman
12
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved