Berita Cerpen

Cerpen Defri Ngo: Anak Pertama

JANUARI tahun itu masih menyisakan rintik-rintik hujan. Beberapa ekor anak sapi dibiarkan berkelana di sepanjang perbukitan.

Cerpen Defri Ngo: Anak Pertama
ils
anak pertama 

JANUARI tahun itu masih menyisakan rintik-rintik hujan. Beberapa ekor anak sapi dibiarkan berkelana di sepanjang perbukitan. Sebagian lagi berjalan-jalan sepanjang pedesaan.

Tak seperti biasa, suasana kampung terasa sangat sepi, sedang di sebuah gubuk kecil, seorang lelaki berusia dua puluhan tahun ditemani seorang dokter kampung sibuk mengurusi istrinya yang menderita sakit hendak melahirkan.

Lelaki itu hilir mudik dengan ekspresi wajah yang cemas. Sedangkan istrinya masih mengejang sakit hendak melahirkan. Wajahnya memerah. Tubuhnya bergetar ketakutan.

Intip 5 Zodiak Paling Beruntung Sepanjang Tahun 2019, Aquarius Punya Banyak Energi dan Ide Segar

Saat itu ia seperti sedang dihadapkan pada sebuah pertempuran yang paling hebat dalam hidupnya. Napasnya berat dan cepat. Ia berpacu bersama ketakutan yang merambah seluruh isi hatinya.

"Imbei, tolonglah istri saya. Saya khawatir akan terjadi sesuatu yang membahayakan hidup dan kandungannya."

Demikian ungkap sang suami kepada dokter kampung, seorang nenek tua yang suka memamah sirih pinang itu. "Ama, jangan cemas karena istrimu akan baik-baik saja. Ini pengalaman pertama buatnya." Demikian balas dokter kampung itu dengan tenang.

Setelah berucap demikian, dokter kampung itu kembali memasuki sebuah kamar kecil di gubuk tua itu. Sore sungguh telah selesai dan gelap malam tiba dengan cepat. Bersama tibanya malam, hujan pun turun dengan hebat.

Sang ayah masih menunggu dengan cemas di luar kamar kecil itu. Dalam posisi demikian, terdengar jelas di kupingnya pekikan tajam sang istri. Napas istrinya memburu cepat seolah hendak mengeluarkan sesuatu.

Tanpa terduga, beberapa detik berselang terdengar suara tangisan seorang bayi. Tangisan itu tajam dan nyaring. Dengan penuh syukur, lelaki itu berlutut di depan pintu kamar, mengatupkan tangannya dan memberi tanda salib.

Ia bahagia karena istrinya telah melahirkan. Dengan penasaran yang diliputi rasa bahagia, ia masuk ke dalam kamar. Dokter kampung tadi lekas memberinya salam.

Halaman
123
Penulis: PosKupang
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved