Editorial Pos Kupang

2019, Kita Hadapi dengan Optimisme

Optimisme merupakan kekuatan dari antusiasme yang ada dalam diri setiap orang. Optimisme merupakan sumber

2019, Kita Hadapi dengan Optimisme
pixabay.com
ilustrasi tahun baru 2019 

POS-KUPANG.COM - Tahun 2018 sudah kita tinggalkan. Sayonara. Genderang pesta sudah ditabuh di seantero jagat menyambut tahun baru, 2019. Pesta dengan berbagai gaya.

Ditempatkan secara spesial dan dimaknai secara istimewa. Ada refleksi, mengucapkan resolusi hidup, makan bersama, bergaya di jalan dengan menari dan menyanyi, menginap di hotel mewah. Pendeknya, banyak cara dipergunakan untuk menandai momen spesial ini. Ada pula yang berdoa, menepi di tempat sunyi mengucap syukur sambil memohon perlindungan Tuhan di tahun yang baru.

Malam ini adalah New Year's Eve. Apa artinya? Pertama, tahun baru dalam kalender Masehi 1 Januari selalu ditempatkan dalam makna khusus. Menjaga agar dalam diri kita selalu ada sikap optimisme menghadapi hidup. Jangan sampai memudar dan padam.

Optimisme merupakan kekuatan dari antusiasme yang ada dalam diri setiap orang. Optimisme merupakan sumber penggerak dalam setiap langkah kita menapaki hidup, yang tidak selalu mulus.

Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 1 Januari 2019, Aquarius dan Taurus Beruntung, Zodiak Lain?

Intip Foto-foto Para Member BTS Saat Masih Kecil, Jungkook Imut Banget!

7 Kali Lee Je Hoon Membuat Kita Terbenam dalam Episode 9-12 Drakor “Where Stars Land”

Kedua, tahun baru selalu dikaitkan dengan tanda-tanda harapan. Dalam kehidupan manusia, kelahiran, perkawinan, masuk sekolah, senantiasa memiliki makna khusus. Kelahiran dan perkawinan merupakan awal untuk memulai kehidupan baru. Demikian halnya tahun baru dipandang penting karena akan menjadi awal perjalanan hidup selama satu tahun ke depan.

Sesungguhnya setiap tahun baru selalu membawa harapan baru dan semangat untuk bangkit dari keterpurukan hidup. Rasanya tak seorangpun di dunia ini yang sekali bergerak terus meraih sukses. Kalau kita mau jujur dan kita harus jujur, sesungguhnya semua orang pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Besar atau kecil sangat relatif, karena kondisi setiap orang tidak sama.

Kegagalan bukan hanya semata-mata di bidang ekonomi. Ada kegagalan lainnya yang tidak kurang menyakitkan dibandingkan dengan kehilangan uang, karena gagal berusaha, yakni gagal membina rumah tangga, gagal dalam meraih cita-cita menjadi sarjana, gagal dalam upaya meraih juara di bidang masing-masing.

Meski tahun baru jelas secara pragmatis tidak akan mengubah hidup seseorang, namun pengharapan itu selalu dicoba dibangun dari tahun ke tahun. Sekalipun pada tahun- tahun yang dilampaui memiliki beberapa kegagalan atau tidaklah sukses tetapi pada tahun baru selalu dibangun dengan rasa optimistis, penuh keyakinan dan pengharapan.

Ini tidak lepas dari karakter manusia yang mencoba selalu membangun peruntungan dari kerja keras dan usaha. Selebihnya menyerahkan diri dari pertolongan Tuhan.
Ketiga, semakin sedikit kita melakukan evaluasi, kemudian disertai rencana pada tahun baru.

Membangun semangat baru dengan melepaskan diri dari belenggu kegagalan. Menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran hidup, menyusun rencana tahun ke depan, melakukan introspeksi untuk tidak mengulangi kesalahan. Jangan pernah putus asa.

Bila orang sudah putus asa, berarti ia sudah mati. Tumbuhkan keyakinan diri bahwa suatu waktu badai pasti berlalu. Tidak akan selamanya gelap pasti akan tiba waktunya terang datang.

Tahun baru ada harapan baru, saatnya membangun niat baik. Bagi yang hidupnya masih terpuruk, jangan pernah putus asa. Saatnya menyusun strategi dan membangun niat baik untuk mengubah hidup di tahun baru.

Bagi yang sudah mapan, bersyukurlah. Hindari jangan sampai terjebak oleh mabuk kesuksesan. Jangan lupa, di dunia ini tidak ada yang abadi. Perlu selalu mawas diri. Selamat menyongsong Tahun Baru 2019. Mari kita hadapi dengan penuh optimisme. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved