Berita NTT Terkini

Wagub NTT Minta Sekda Inventarisir ASN Bermasalah, Termasuk Korupsi

Wagub NTT, Josef A Nae Soi sudah meminta Sekda NTT, Benediktus Polo Maing untuk menginventarisir semua ASN bermasalah termasuk korupsi

Wagub NTT Minta Sekda Inventarisir ASN Bermasalah, Termasuk Korupsi
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Wakil Gubernur NTT, Yosep Nae Soi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef A Nae Soi sudah meminta Sekda NTT, Benediktus Polo Maing untuk menginventarisir semua ASN lingkup Pemprov NTT yang terlibat masalah terutama dalam kasus tindak pidana korupsi.

Josef menyampaikan hal ini ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Minggu (30/12/2018).

Menurut Josef, dirinya dan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat sejak awal berkomitmen untuk menyelenggarakan pemerintahan NTT yang bersih dan salah satunya bersih dari korupsi.

Beredar Video Lumpur Panas Mengalir di Perumahan Tangerang, Ini Penjelasan Polisi

"Karena itu, saya sudah perintahkan Sekda untuk data semua. Jika ada ASN yang terlibat, kami ambil tindakan tegas. Tindakan tegas itu berupa pecat," kata Josef.

Dia menjelaskan, yang membuat dipecat adalah pribadi ASN itu sendiri, karena perbuatannya melanggar aturan tentang ASN maka konsekuensinya diterima sendiri.

Astaga! Ternyata Kios Milik Sahar Disiram Bensin Lalu Dibakar

"Jadi kalau terpaksa diberhentikan, ya itu karena perbuatan sendiri. Saya dan Pak Viktor hanya tandatangan saja, atau pinjam tangan kami untuk tandatangan," katanya.

Dia mengakui, regulasi tentang ASN sudah jelas mengatur soal ASN, sehingga apabila ada ASN yang bermasalah pasti dikenakan sanksi setimpal.

Sedangkan bagi ASN karena kesalahannya dan tidak dipecat, maka akan diberi peringatan dan punishment .

Dikatakan, ASN harus memiliki kemampuan pengetahuan, keterampilan dan integritas serta memiliki kejujuran.

Ditanya soal jumlah ASN Pemprov NTT yang terlibat kasus terutama korupsi, Josef mengatakan, dirinya tidak mengetahui jumlah pasti karena masih meminta Sekda segera inventarisir.

"Tentu kita akan pecat kalau ada yang terlibat korupsi. Tindakan pemecatan kita lakukan berdasarkan data dan bukti,karena kita tidak mau pecat sembarangan orang," katanya. (Laporan Repoter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved