Berita Entertainment Terkini

Steve Emmanuel Mengaku Menggunakan Kokain Sejak 2008, Ia Ungkapkan 2 Alasan Ini

Steve Emmanuel mengaku mulai menggunakan kokain sejak tahun 2008, ia mengngkapkan 2 alasan ini memakai kokain

Steve Emmanuel Mengaku Menggunakan Kokain Sejak 2008, Ia Ungkapkan 2 Alasan Ini
KOMPAS.com/Tri Susanto Setiawan
Steve Emmanuel dihadirkan sebagai tersangka kasus kepemilikan narkotika jenis kokain di Polres Jakarta Barat, Kamis (27/12/2018). 

Steve Emmanuel mengaku mulai menggunakan kokain sejak tahun 2008, ia mengngkapkan 2 alasan ini memakai kokain

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz mengatakan, tersangka kepemilikan narkoba jenis kokain Steve Emmanuel menggunakan barang itu setelah diberikan oleh orang lain.

Dalam kasus ini, artis peran Siapa Takut Jatuh Cinta tersebut ditangkap oleh polisi di lobi apartemen Kondominium Kintamani, RT 001/ 014, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Jumat (21/12/2018) malam.

"Jadi ada dua (alasan Steve pakai kokain). Satu pergaulan, (dua) dikasih orang, kemudian pakai (karena) dikasih, lama-lama beli sendiri," kata Erick kepada wartawan, Jumat.

BKN Umumkan Hasil Tes CPNS, Peserta Lolos tak Boleh Pindah Selama 10 Tahun

Namun, Erick mengatakan pihaknya tidak menyelidiki lingkup pergaulan atau kalangan artis untuk mencari tersangka lainnya. Sebab, polisi mengejar asal pemberian kokain yang diterima Steve, yaitu jaringan internasional.

Dalam kasus ini, Steve mengaku mendapatkan kokain dari Belanda. "Saya tidak ke bawah (penyelidikan ke tingkat pergaulan) kalau saya cari ke bawah kayaknya tidak. Jaringannya ke atas sudah, kami kan fokusnya ke atas, kalau jaringan yang lebih atas lagi ya jaringan internasional itu," terangnya.

Kontraktor Proyek Gedung Dukcapil Kota Kupang Didenda Sembilan Persen dari Nilai Kontrak

Dalam penangkapan tersebut, polisi mendapatkan barang bukti berupa 92,04 gram kokain beserta alat hisap.

Dalam pengakuannya, Steve menggunakan kokain sejak 2008. Akibatnya, ia dikenakan Pasal 114 Ayat 2 sub 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Adapun ancaman hukuman minimal lima tahun penjara atau maksimal seumur hidup hingga hukuman mati.

"Sementara ini Steve masih di-BAP, dia tidak menyatakan itu namun di BAP sudah menyampaikan ke kami bahwa jaringannya-jaringannya ini," katanya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved