Berita Kabupaten Kupang

Camat Takari Turun Tangan Mediasi Kasus PLTMH di Desa Benu

transparansi pengelolaan keuangan, sehingga mediasi dilakukan merespons keluhan yang ada dengan mengedepankan semangat kekeluargaan.

Camat Takari Turun Tangan Mediasi Kasus PLTMH di Desa Benu
Dokumentasi Camat Takari
Pertemuan antara warga Benu bersama Camat Takari, Yulius Taklal di Kantor desa Benu. 

 POS KUPANG.COM I OELAMASI----Camat Takari, Kabupaten Kupang, Yulius Taklal, turun tangan memediasi persoalan menyangkut pengelolaan listrik PLTMH di Desa Benu, Kecamatan Takari.

Inti persoalan yang menjadi keluhan masyarakat yaitu transparansi pengelolaan keuangan, sehingga mediasi  dilakukan merespons  keluhan yang ada dengan  mengedepankan semangat kekeluargaan.

Camat Takari,  Yuliua Taklal kepada wartawan, Selasa (28/12/2018)  mengatakan, terkait persoalan PLTMH di Desa Benu itu, dirinya sudah turun melakukan  mediasi antara warga bersama beberapa pihak terkait pada Senin (18/12/2018) di Kantor Desa Benu.

Menurutnya, inti persoalan yang menjadi keluhan masyarakat yaitu transparansi pengelolaan keuangan.  Mediasi dilakukan sebagai respos atas keluhan masyarakat dengan  mengedepankan suasana kekeluargaan dan pada pertemuan ini dihadiri sekitar 90 orang pelanggan PLTMH.

Jadwal Misa/Kebaktian Tahun Baru di Gereja Jemaat GMIT Kota Baru dan Paroki St Maria Assumpta

Cuaca Hari Ini Cerah Berawan di Bandara El Tari Kupang

Angin Puting Beliung Landa Rote Ndao- 17 Rumah di Lobalain Rusak

Keluarga Kaget Anaknya Jadi Tersangka Kasus Pencurian Sepeda Motor

Dijelaskannya,  hasil mediasinya adalah menugaskan Kepala Desa Benu untuk mencari pengurus KSU Amanekat untuk segera mungkin menyusun laporan pertanggung jawaban keuangan. Kesepakatan lainnya adalah 17 Kepala Keluarga yang sudah diputuskan sambungan agar segera dipasang kembali oleh pengelola.

"Jadi persoalan utama pada pengelolaan keuangan yang tidak transparan. Hasil kesepakatan bahwa KSU Amanekat akan membuat laporan sejak tahun 2011 hingga  Desember 2015, sementara Dance Tumuni dari tahun 2016 hingga saat ini dan nanti Januari 2019 akan dipaparkan di depan masyarakat," katanya.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, mengeluhkan pengelolaan   Listrik Tenaga Mikrohidro bantuan sosial dari Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2011 silam. Listrik yang diresmikan Wakil Gubernur NTT ketika itu, Esthon Foenay, penarikan biaya mulai bervariasi, jadwal nyala dan padam LTMH sesuka hati bahkan tak pernah sekalipun pengelola melakukan rapat bersama pelanggan membahas iuran listrik.

Warga Benu, Yulius kepada wartawan, Kamis (13/12/2018) menjelaskan, kehadiran listrik ini pada tanggal 5 Desember 2011 diresmikan Wagub NTT saat itu, Esthon Foenay. Turut hadir Wakil Bupati Kupang saat itu, Victor Tiran dan Deputi Bidang Produksi UKM Kementrian Koperasi dan UKM, Brahman Setyo.

Setelah peresmian, pengelolaan LTMH diserahkan kepada Koperasi Amanekat dan tahun pertama tiap pelanggan ditarik biaya sebesar Rp 15.000. Seiring berjalan waktu, penarikan biaya mulai bervariasi, jadwal nyala dan padam LTMH sesuka hati bahkan tak pernah sekalipun pengelola melakukan rapat bersama pelanggan membahas iuran listrik. 

Menurutnya waktu itu, pengelolaan melalui  koperasi. Awalnya berjalan baik tapi sejak ada pergantian pengurus koperasi semua berubah total. Pembayaran pun tak pernah disertai bukti kwitansi, walau saat bayar mereka seringkali meminta buktinya.

Keluarga Ingkar, Polisi Bentuk Tim Bekuk Mahasiswa DPO Curanmor

Tak cuma itu, setiap ada kerusakan yang disampaikan, selalu saja ada alasan dari pihak koperasi itupun sampai mereka harus membayar baru diperbaiki.

Hal senada juga disampaikan  Petrus. Dia mengaku kesal dengan ulah pengurus koperasi. Bahkan pengurus   tak kenal kompromi memutus jaringan listrik jika pelanggan terlambat membayar. 

Keluhan ini  telah disampaikan ke kepala desa dan camat setempat, namun tak pernah ada tindak lanjut. Alhasil, mereka meminta aparat Tipikor baik jaksa atau polisi datang melakukan pemeriksaan.

"Kami siap beri keterangan jika jaksa atau polisi turun periksa," kata Petrus.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong).

 
 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved