Berita Kabupaten Kupang

Yunus Taklal Nyaris Tewas Dimangsa Buaya

Setelah jaring pukat dilempar ke laut dan hendak menariknya, secara tiba-tiba dia merasakan kakinya seperti berat untuk melangkah.

Yunus Taklal Nyaris Tewas Dimangsa Buaya
POS KUPANG/EDY HAYONG
Yunus Taklal, korban yang nyaris tewas dimangsa buaya saat dirawat di RS Naibonat, saat dijenguk KTU RS Naibonat, Maher Ora, Jumat (28/12/2018) 

POS KUPANG.COM I OELAMASI--- Yunus Taklal (61), warga Dusun 3, RT 13, RW 6, Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, nyaris tewas dimangsa buaya di Pantai Oelnebesi, Senin (24/12/2018) sekitar Pukul 07.00 wita. Beruntung pada kejadian ini buaya hanya menggigit kaki kanannya sehingga kini dirawat di RS Naibonat dengan 87 jahitan.

Yunus Taklal ketika ditemui POS KUPANG.COM di ruang perawatan Flamboyan RS Naibonat, Jumat (28/12/2018) menuturkan, peristiwa naas ini bermula dirinya ke pantai untuk menjala ikan untuk keperluan lauk malam natal.

Dirinya ke pantai bersama salah seorang kerabatnya. Setelah jaring pukat dilempar ke laut dan hendak menariknya, secara tiba-tiba dia merasakan kakinya seperti berat untuk melangkah.

Saat itu kondisi air laut bercampur banjir sehingga tidak melihat secara jelas ke dalam laut. Saat mengangkat kaki, kata Yunus, ternyata kaki kanannya sudah berada dalam mulut buaya.

Ini yang Dilakukan Polres TTU Dalam Rangka Pengamanan Malam Pergantian Tahun

Pemerintah TTU Datangkan Dua Artis Ibukota. Ini Tujuannya

"Saya memang rencana ke pantai karena mau cari ikan untuk lauk malam natal. Saya tidak pakai sampan dan hanya buang jala saja di pinggir pantai.  Saat tarik pukat, saya rasa berat sekali ternyata ada dalam mulut buaya.

Saya merontak tapi kaki saya digigit buaya kuat sekali. Untung ada kayu di pinggir jurang jadi saya pegang kuat-kuat.

Kebetulan ada parang di samping kanan badan saya, saya potong di air laut dua kali lalu buaya lepas gigitannya.

Kalau tidak ada kayu untuk saya pegang mungkin saya sudah jadi mayat," tutur Yunus.

Setelah itu, katanya, dengan kondisi luka berdarah, dirinya berjalan ke darat. Kerabatnya kemudian mengikat tali gewang pada bagian paha untuk membendung aliran darah.

Dirinya tidak sanggup lagi merasa sakit sehingga tubuhnya digotong untuk menumpang mobil yang disiapkan keluarga untuk dihantar ke rumah sakit.

"Ini mungkin hari sial saya. Padahal saya maksudnya cari lauk. Saya bersyukur bisa selamat. Dulu pernah juga di tempat itu buaya makan orang dan hanya ditemukan lutut kanan untuk dikuburkan. Saya berencana setelah sembuh, saya akan pergi ke pantai buat acara adat karena kalau tidak maka keturunan saya akan mengalami hal yang sama nanti," kata Yunus.

Yunus yang memiliki 7 orang anak ini juga menyampaikan terima kasih kepada pihak BKSDA NTT yang sudah datang menjenguknya dan memberikan santunan Rp 1,5 juta.

Dirinya juga berterima kasih kepada pihak RS Naibonat yang memberikan pertolongan cepat dengan menjahit luka di kaki kanannya sebanyak 87 jahitan. Saat ini kondisinya sudah mulai membaik namun rasa trauma membayangkan kejadian yang dialaminya itu.(Laporan Reporter Pos Kupang, Edy Hayon)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved