Berita Kabupaten Kupang

Memprihatinkan, Kondisi Fisik Yahya Tanesi Korban Tubuh Terbakar di Oesao

Tubuhnya penuh luka hanya dibaluti ferban putih. Sambil menahan sakit, Yahya tampak tegar menghadapi kondisi yang dialaminya itu.

Memprihatinkan, Kondisi Fisik Yahya Tanesi Korban Tubuh Terbakar di Oesao
POS KUPANG/EDY HAYONG
Korban Yahya Tanesi ketika dirawat di ruang flamboyan, RS Naibonat, Jumat (28/12/2018) 

POS- KUPANG.COM I  OELAMASI---Sudah satu bulan dua hari Yahya Tanesi, warga asal  Desa Timau, Kec. Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, yang  tubuhnya terbakar di Pasar Oesao tanggal 26 Nopember 2018 (bukan 2 Nopember, Red) dirawat di ruang Flamboyan, RS Naibonat.

Tubuhnya penuh luka hanya dibaluti ferban putih. Sambil menahan sakit, Yahya tampak tegar menghadapi kondisi yang dialaminya itu.

Dirinya merasa bersyukur, walaupun kerabatnya tidak menjengkuknya tapi ada Lurah Oesao, Vasco Soares sekeluarga bersama tim medis merawatnya dengan telaten.

Yahya Tanesi ketika ditemui POS KUPANG.COM bersama KTU RS Naibonat, Maher Ora, Jumat (28/12/2018) sekitar pukul 14.00 wita hanya mengenakan kain sarung dan tubuhnya dibaluti ferban putih karena baru saja diobati tim medis. Dengan kondisi fisik masih lemah, Yahya Tanesi menceritrakan peristiwa yang dialaminya itu.

Menurut Yahya, kejadian yang dialaminya ini seperti mimpi. Selama ini dirinya bekerja mendorong gerobak di Pasar Oesao dan profesi ini digeluti sudah puluhan tahun.

Pemda Kesulitan Melarang Pemanfaatan Kawasan Sepadan Pantai di Labuan Bajo

Warga Tohe-Belu Gembira Ria Ikut Lomba

Danrem 161 Wirasakti Resmikan Gedung TK Kartika VII-7 Kupang dan Mess Penerbad Korem

Sotis Hotel Kupang - Beer and Barrel Kitchen n Lounge Akan Gelar Party Akhir Tahun, Ini Temanya!

Saat peristiwa naas itu tiba, dirinya sedang tidur di lantai dua Pasar Oesao. Sekitar pukul 03.00 wita, dirinya merasakan tubuhnya panas dan dia melihat tubuhnya sudah dilalap api.

"Saya lari keluar teriak minta tolong. Untung ada teman-teman yang ada di sekitar pasar jadi tolong padamkan api. Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba badan saya terbakar api. Nanti pak polisi yang mengusut saja," ujar pria bujangan ini.

Menurut Yahya, sejak kejadian sampai sekarang tidak ada satupun kerabatnya dari kampung yang datang menjenguk.

Padahal sudah disampaikan ke kampung halamannya mengenai kejadian ini oleh pendeta.

Dirinya bersyukur selama hampir sebulan di rumah sakit, keluarga Lurah Oesao menjenguk dan memberikan makanan.

Jembatan Waima di Kabupaten Lembata Putus Lagi

20 Rumah di Kabupaten TTU Dilaporkan Rusak Akibat Hujan Disertai Angin Kencang

Tanah Longsor, Akses Jalan ke Lamalera Putus

Yunus Taklal Nyaris Tewas Dimangsa Buaya

Halaman
123
Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved