Opini Pos Kupang

Makna Betlehem di Lokasi Buruh Migran, Catatan Kecil dari Malaysia

Meski demikian, mereka bertahan di lokasi kerja demi mendapatkan upah dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Makna Betlehem di Lokasi Buruh Migran, Catatan Kecil dari Malaysia
ilustrasi

Oleh RD Maxi Un Bria
Rohaniwan Keuskupan Agung Kupang

Deduk me, Domine, in via tua; Tuhan bimbinglah aku di jalanMu (Mzm 86: 11)

POS-KUPANG.COM - Wajah para buruh dan perantau yang dijumpai di lokasi kerja hadirkan sukacita dan rindu pulang kampung halaman. Utamanya karena momentum Perayaan Natal bagi segenap kaum kristiani yang berada di rantauan menjadi kesempatan berefleksi tentang hidup dan masa depan . Natal memang selalu bermakna.

Suasana Perayaan Natal yang damai dan bermakna selalu dirindukan segenap insan kristiani. Perayaan Natal menghadirkan kembali refleksi iman tentang solidaritas Ilahi dengan manusia.

Sabda Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus yang lahir di kampung Betleham. Dari Betlehem Kota Daud, nama Tuhan dimuliakan. "Kemulian bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya" (Lukas 2 :14).

Ramalan Zodiak Hari Ini, Sabtu 22 Desember 2018, Gemini Sakit, Capricorn Lelah, Leo Waspada

Drakor Clean With Passion For Now Rating Tertinggi di Episode 1, Malam ini Episode 2 Tayang

Jangan Lewatkan Film Terbaru BTS Tanggal 25 Desember 2018 Sampai 31 Januari 2019, Dapatkan Tiketnya

Betlehem tempat kelahiran Yesus Kristus selalu identik dengan kesederhanaan, damai dan keasriaan alami. Menyebut Betlehem membangunkan memori tentang Kisah unik kelahiran Yesus yang menggetarkan. Yesus lahir di kandang yang sederhana.

Saat Yosef dan tunangannya Bunda Maria dalam perjalanan mengikuti sensus penduduk di Kota Betlehem. Yosef dan Bunda Maria memiliki cita rasa sejarah. Mereka taat asas sebagai warga negara dan masyarakat karena itu mereka mengadakan perjalanan dari Kota Nazaret di Galilea menuju Kota Betlehem di Yudea untuk mengikuti sensus penduduk.

Dalam perjalanan itulah saatnya telah genap bagi Bunda Maria untuk melahirkan. Karena tidak ada penginapan bagi mereka maka Bunda Maria melahirkan Yesus di kandang hewan nan sederhana. Bukan di Puskemas. Bukan pula di rumah sakit yang megah. Bayi Yesus selamat, Bunda Maria sehat dan bayi Yesus ditemukan terbungkus dengan lampin dan ditempatkan di palungan.

Kisah kelahiran Yesus di tempat yang sederhana menginspirasi umat manusia. Menurut kaca mata manasia, kandang hewan mungkin tidak pantas bagi kelahiran anak manusia, tetapi tidaklah demikian bagi Allah.

Yang terpenting adalah hati Bunda Maria dan St. Yosef yang terbuka dan siap sedia menerima kelahiran Yesus, merawatNya dengan cinta sampai genap waktunya diperkenalkan kepada publik untuk melayani.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved