Dunia tak Selebar Daun Kelor

Sebagai tanaman unggulan yang digadang-gadang menjadi pemicu pertumbuhan pendapatan masyarakat NTT

Dunia tak Selebar Daun Kelor
POS KUPANG.COM/ADIANA AHMAD
Bibit Kelor di Dinas Pertanian Provinsi NTT. Gambar diambil Selasa (30/10/2018). 

Oleh Ir. R. Agung Eko Pitono, MT
Widyaiswara Madya Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi NTT

POS-KUPANG.COM - Pepatah itu sering kita dengar, namun akhir-akhir ini dunia cenderung selebar daun kelor akibat diangkatnya kelor menjadi ikon pertumbuhan wilayah di NTT.

Sebagai tanaman unggulan yang digadang-gadang menjadi pemicu pertumbuhan pendapatan masyarakat NTT, kelor pantas mendapat perhatian. Banyak tulisan mengungkapkan keunggulan tanaman ini. Semuanya merujuk kepada satu hal, betapa bergunanya tanaman ini. Dari akar, batang, daun, bunga sampai bijinya pun dapat dimanfaatkan.

Dibalik harapan besar tersebut, terdapat beberapa pokok pikiran yang bisa dipertimbangkan dalam rangka pengembangan kelor di NTT. Pertama, pengembangan kelor agar mampu menjadi pemicu kesejahteraan masyarakat tentunya dimulai dari adanya sebuah perencanaan yang matang.

Penyakit yang Sering Kamu Alami, Capricorn Sakit persendian, Aries Sakit Kepala, Zodiak Lain?

Drakor Clean With Passion For Now Rating Tertinggi di Episode 1, Malam ini Episode 2 Tayang

Daebak! Kalahkan Zayn Malik dan Henry Carvill Superman, V BTS jadi Pria paling Menarik di Dunia!

Perencanaan pengembangan kelor di NTT merupakan sebuah disain yang sengaja dibuat sebagai arah mulai dari pelaksanaan sampai pada tindakan monitoring dan evaluasi.

Perencanaan pemerintah merupakan awal yang sangat diperlukan karena ide pengembangan kelor ini berasal dari pemerintah. Perencanaan pemerintah merupakan dokumen publik.

Sebagai kepemilikan publik maka seluruh stakeholder yang terlibat dapat mengaksesnya. Sayangnya sejauh ini disain pengembangan komoditas ini belum bisa diperoleh informasi secara mudah oleh masyarakat.

Kedua, pengembangan kelor di NTT pada hakikatnya adalah proses penciptaan kawasan sentra. Fokus sentra yang dimaksud adalah menyoal lokasi penanaman.

Lokasi yang digunakan bagi terwujudnya sentra kelor. Bisa berupa lokasi baru maupun lokasi lama di pekarangan. Bicara lokasi baru, maka dibutuhkan kombinasi sumber daya baik teknologi, modal, tenaga kerja, sarana dan prasarana penunjang yang rumit.

Bisa dikatakan rumit karena lokasi ini merupakan pengembangan wilayah baru, sebelumnya belum pernah dilakukan kegiatan penamanan kelor. Sedangkan pada lokasi dipekarangan maka lokasinya relatif bukan baru, tetapi di dalamnya sudah ada kombinasi tanaman. Kondisi tersebut pun juga memerlukan campur tangan yang tidak mudah agar kelor mampu memberikan hasil yang optimal.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved