Opini Pos Kupang

Sayangilah Para Nelayan NTT

Sebelum datang ke kedutaan, seorang teman Indonesia berseloroh pada saya, Hati-hati dengan ibu Susi

Sayangilah Para Nelayan NTT
ROSIANNA SILALAHI
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Vatikan. 

Dari Obrolan Bersama Menteri Susi Pudjiastuti di Roma

Oleh RD Leo Mali
Tinggal di Roma

POS-KUPANG.COM - Hari Selasa, 11 Desember 2018, malam hari, saya diundang oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk takhta suci Vatikan,menghadiri acara jamuan makan malam bersama Ibu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia. Kegiatan berlangsung di wisma KBRI untuk Vatikan Via L'oceano Atlantico, Roma.

Ketika tiba di wisma KBRI, seperti biasa saya disambut dengan ramah oleh Bapak Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan Pak A. Agus Sriyono dan ibu. Ibu Susi Pudjiastuti sudah ada dalam ruangan.

Dalam rombongan menteri ada Rosiana Silalahi dari Kompas TV dan Wahyu Muryadi dari Tempo. Juga hadir malam itu Dubes LBBP RI untuk Italia dan Malta, RA Esty Andayani dan Wakilnya J.S. George Lantu. Obrolan terjadi sambil makan malam.

Ramalan Zodiak Senin 17 Desember 2018, Aquarius Sibuk, Gemini dan Scorpio Raih Kesuksesan

Drakor Clean With Passion For Now Rating Tertinggi di Episode 1, Malam ini Episode 2 Tayang

Cerita Jin BTS Soal BTS yang Sempat akan Bubar, 3.000 Orang Pernah Bikin Petisi Pembubaran BTS

Sebelum datang ke kedutaan, seorang teman Indonesia berseloroh pada saya, "Hati-hati dengan ibu Susi, nanti ditenggelamkan seperti kapal asing." Saya teringat pesan ini karena nyambung dengan topik percakapan malam itu mengenai kebijakan menenggelamkan kapal-kapal asing pelaku illegal fishing di perairan Indonesia.

Kebijakan ini memang hal yang fenomenal dan sudah menjadi trademark-nya menteri Susi Pudjiastuti. Kebijakan ini menegakkan kedaulatan negara dan serentak pada saat yang sama menyelamatkan ruang ekonomi terbesar yang sangat potensial bagi peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia, khususnya para nelayan.

Untuk kesejahteraan rakyat dan kedaulatan negara

Dalam sebuah wawancara dengan Jakarta Post 19 Oktober 2018, Susi Pudjiastuti menegaskan bahwa hingga saat ini sudah 488 buah kapal asing ditenggelamkan akibat dari praktik illegal fishing.

Menurutnya, selama ini dalam sehari ada sekitar 8.000 sampai 10.000 kapal melayari laut Indonesia. Kapal-kapal itu bukan hanya kapal domestik tapi juga kapal asing.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved