Editorial Pos Kupang

Rakyat NTT Agar Jangan Sia-siakan Hak Pilih

Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe menyebut 1.668.211 pemilih laki-laki dan 1.723.405 pemilih perempuan.

Rakyat NTT Agar Jangan Sia-siakan Hak Pilih
ilustrasi 

POS-KUPANG.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT telah menetapkan pemilih di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk Pemilu 2019 sebanyak 3.391.616.

Jumlah itu ditetapkan dalam rapat pleno KPU NTT dengan agenda Penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Jumat pekan lalu.

Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe menyebut 1.668.211 pemilih laki-laki dan 1.723.405 pemilih perempuan. Dari total pemilih, terdapat pemilih disabilitas sebanyak 13.002 orang, terdiri dari tuna daksa, tuna netra, tuna rungu/wicara, tuna grahita serta disabilitas lainnya sebanyak 3.868 orang.

Selain Sempat Terancam Bubar, BTS Pernah Dipetisi Bubar, ARMY Tak Tinggal Diam, Ini yang Dilakukan!

Drakor Clean With Passion For Now Rating Tertinggi di Episode 1, Malam ini Episode 2 Tayang

Intip Ramalan Zodiak, Selasa 18 Desember 2018: Capricorn Perlu Istirahat, Scorpio Perlu Hati-hati

Kita menyambut baik keputusan KPU yang telah menetapkan para pemilih yang akan memberikan suara untuk calon anggota legislatif mulai dari kabupaten/kota, provinsi, DPR dan DPD RI serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Namun, yang kerap menjadi masalah adalah banyak warga yang sudah memiliki hak menyalurkan suara namun masuk masuk dalam Daftar Pemilih Tetap atau DPT. Kesempatan dia menentukan wakil rakyat serta pemimpin negara lima tahun ke depan hilang. Hal semacam ini kerap terjadi dalam pemilihan umum sebelumnya, termasuk pilkada kabupaten/kota dan provinsi.

Untuk itu, KPU sebagai penyelenggara Pemilu harus memiliki parameter lain untuk menentukan seseorang yang berhak memilih namun belum masuk dalam DPT. Sebut misalnya warga yang sudah mengantongi e-KTP tapi belum terdaftar dalam DPT bisa menunjukkan identitas diri tersebut saat mendatangi TPS.

Kita berharap meskipun KPU sudah menetapkan DPTHP, namun upaya menjaring warga yang belum masuk dalam DPT terus dilakukan sehingga semua orang yang memiliki hak memilih benar-benar dapat menyalurkan hak politiknya pada Pemilu 2019. Kita tidak harapkan petugas di TPS nanti kelimpungan mendapat protes dari warga yang tidak tersalurkan hak politiknya untuk memilih.

Bagi pemilih yang namanya sudah dipastikan masuk DPT harus memanfaatkan haknya dengan cara mendatangi TPS untuk menyalurkan suara. Siapapun tidak boleh menyia-menyiakan hak suara dalam memilih para pemimpin. Sikap masa bodoh atau memilih golput saat pemilu sangat tidak dianjurkan.

Setiap warga negara perlu mendorong orang-orang terdekatnya dalam keluarga, tempat kerja atau lingkungan tempat tinggal yang sudah masuk DPT untuk menyalurkan hak suara demi kemajuan demokrasi kita.

Catatan untuk KPU adalah pastikan semua orang yang sudah masuk DPT mengetahui bahwa mereka berhak menyalurkan suara mereka. KPU tidak boleh berhenti melakukan sosialisasi mengenai hak dan kewajiban warga negara dalam pesta demokrasi 2019.

Kita memberi apresiasi kepada KPU Provinsi NTT yang belakangan ini gencar melakukan sosialisasi ke kampus-kampus dan sekolah serta beragam komunitas lainnya. Hal yang sama pun ditempuh KPU kabupaten/kota. Kita berharap kerja keras KPU dapat meningkatkan tingkat partisipasi pemilih dalam Pesta Demokrasi tahun 2019. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved