Berita Kota Kupang Terkini

Lolos Final Walikota Cup, Kelurahan Fatufeto Tetap Protes Panitia

Kelurahan Fatufeto akhir lolos ke babak Final Walikota Cup usai menang lewat drama adu pinalti dengan skor, 4-3 tetap protes kepada panitia

Lolos Final Walikota Cup, Kelurahan Fatufeto Tetap Protes Panitia
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Suasana adu tendangan pinalti antara Kelurahan Lasiana (baju kuning) VS Keluarahan Fatufeto di Lapangan Merdeka, Kota Kupang, Senin (17/12/2018) petang. Pertandingan ini berujung protes dari Kelurahan Fatufeto kepada panitia penyelenggara turnamen. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kelurahan Fatufeto akhir lolos ke babak Final Walikota Cup usai menang lewat drama adu pinalti dengan skor, 4-3 di Lapangan Merdeka, Kota Kupang, Senin (17/12/2018) petang.

Pertandingan harus dilanjutkan dengan adu tos tosan karena kedua tim bermain imbang, 3-3 pada waktu normal.

Tendangan dua eksekutor Kelurahan Lasiana, Ardy Busu dan Septian Wembasada hanya membentur tiang gawang.

Samsat Keliling di Maumere Layani dari Pasar ke Pasar

Walau menang dan lolos ke babak final Walikota Cup, manajer, ofisial dan pemain Kesebelasan Kelurahan Fatufeto tetap melayangkan protes keras kepada pihak panitia penyelenggara turnamen usai laga.

Sebabnya, menurut mereka berdasarkan hasil pertemuan teknis (technical meeting), para pemain yang terkena akumulasi kartu tetap bisa bermain di laga final.

BRI Atambua Bantu Rp 495,6 Juta untuk Pembangunan Rumah Ibadah di Polres

Namun, keputusan panitia sebaliknya. Para pemain tetap mendapatkan akumulasi kartu dan tidak bisa berlaga di partai final.

Manajer, ofisial, pemain dan penonton Kelurahan Fatufeto yang tak puas mendatangi meja panitia dan bertemu Ketua Panitia Pertandingan, Lukman Hakim dan Sekretaris Asprov PSSI Kota Kupang, Bernadinus Mere.

Mereka tetap bersikukuh kalau tuntutan pemutihan akumulasi kartu itu sesuai dengan hasil pertemuan teknis.

Suasana protes berlangsung panas dan tegang. Mereka meluapkan kekecewaan dan memarahi panitia yang tidak tegas menjalankan aturan yang sudah ditetapkan pada saat pertemuan teknis.

"Jelas-jelas pada waktu TM pemain yang terkena akumulasi kartu tetap bisa bermain di final karena alasannya Walikota sendiri akan datang dan mau lihat pemain-pemain terbaik," ungkap salah seorang pemain Fatufeto.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved