Berita Religi

Komisi Kerawam KAK Adakan Rekoleksi Natal Diikuti Para Caleg dan Calon Anggota DPD

Adapun partisipan dalam kegiatan ini, para caleg DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, Kota dan Kabupaten.

Komisi Kerawam KAK Adakan Rekoleksi Natal  Diikuti Para Caleg dan Calon Anggota DPD
ist
WKRI 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Dalam menyambut momen natal, Komisi Kerawam Keuskupan Agung Kupang (KAK) yang diketuai RD Maxi Un Bria mengadakan rekoleksi natal dengan tema "Kaum Awam dalam Gereja, dipanggil dan diutus menjadi pelayan publik".

Menurut RD Maxi ada dua alasan mendasar mengapa kegiatan ini diadakan, pertama kegiatan ini mau menegaskan kesatuan kita sebagai orang yang dipercaya kepada Kristus yang sebentar lagi akan lahir.

Kedua, kegiatan ini mau menegaskan bahwa kita semua adalah warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) oleh karena itu kita dipanggil dan diutus untuk menjadi pelayan publik dengan mengedepankan spirit kemurahan hati, pengorbanan dan untuk terus bekerja keras mengimplementasikan ajaran cinta kasih sebagai pelayan-pelayan publik.

Adapun partisipan dalam kegiatan ini, antara lain para caleg DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, Kota dan Kabupaten, para anggota DPR di Provinsi, Kota dan Kabupaten.

Turut hadir juga organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan di dalam Gereja Katolik dan di negara ini yakni, PMKRI, WKRI, Pemuda Katolik, ISKA (Ikatan Sarjana Katolik), Vox Point, dan juga mahasiswa-mahasiswi KMK St. Damianus dari Fakultas Kedokteran Undana sebanyak 80 orang.

Kapolres TTS Sebut Sinergitas Polri dan TNI Semakin Solid

Materi rekoleksi atau pencerahnan ini langsung dibawakan oleh yang Mulia Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr.

Dalam materinya Uskup menekan bahwa menjadi seorang awam Katolik haruslah sungguh-sungguh menjadi pribadi yang berintergritas dan sungguh 100 persen Katolik. Menjadi seorang pelayan publik adalah panggilan semua umat beriman.

Namun sebagai awam Katolik haruslah tetap menjunjung tinggi nilai cinta kasih dalam pelayanan publik sebagai prinsip utama, sebab prinsip tersebut telah dihidupi terlebih dahulu oleh Yesus Kristus.

Jangan membeda-bedakan pelayanan atas kepentingan golongan, keluarga, suku ataupun agama, karena semua masyarakat adalah sama.

Prof. Dr. Simon Sabon Ola : Bahasa Indonesia Belum Jadi Tuan Rumah

Dalam momen ini, turut hadir Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi. Wagub juga diminta membawakan pencerahan kepada seluruh peserta rekoleksi. Dalam pencerahannya, Wagub mengatakan, sebagai orang yang percaya kepada Kristus kita tidak hanya menjadi orang Katolik, namun kita semestinya harus menjadi manusia Katolik.

Dalam diri manusia Katolik di sanalah termanivestasi prinsip cinta kasih, pengorbanan dalam pelayanan publik yang original, dimana dalam pelayanan kita tidak mengedepankan prinsip kolusi dan nepotisme ataupun korupsi. Namun dalam pelayanan kita menjadikan semua orang sama dalam kebutuhan, kerena manusia Katolik selalu memegang prinsip Salus Populi Supreme Lex (Kesejahteraan Rakyat adalah Hukum Tertinggi).

Jelang Natal, Harga Sembako di Sumba Barat Naik

Wagub menambahkan, seorang manusia Katolik adalah seorang yang mengedepankan prinsip CINTA yakni C :Cerdas, I: Integritas, N :Norma, T : Toleransi dan A : Amal.

Maka dengan demikian sebagai awam Katolik dan berprofesi sebagai pelayan publik hendaknya tetap mengedepankan prinsip Salus Populis Supreme Lex dan menjadi pribadi yang penuh dengan CINTA.

Kegiatan rekoleksi dan pencerahan ini, ditutup dengan berkat meriah oleh Mgr. Petrus Turang,Pr bagi semua caleg dan peserta rekoleksi lainnya. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved