Berita Kesehatan

Bantu Sembuhkan Pasien, RS Borromeus Kupang Terapkan Green Hospital

Di NTT, satu-satunya rumah sakit yang sudah menerapkan Green Hospital adalah RS Katolik St. Carolus Borromeus (RSCB) Kupang.

Bantu Sembuhkan Pasien,  RS Borromeus Kupang Terapkan Green Hospital
Apolonia M Dhiu
RSCB Kupang Terapkan Green Hospital1 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Tuntutan kebutuhan pelayanan dari pelanggan rumah sakit telah bergeser ke arah pelayanan paripurna berbasis kenyamanan dan keamanan lingkungan rumah sakit.

Oleh karena itu, rumah sakit hendaknya mampu memberi perlindungan dan kenyamanan bagi pasien dan pengunjung untuk memenuhi unsur kenyamanan ekologis sebagai pertimbangan mereka memilih rumah sakit.

Kebijakan Green Hospital merupakan jawaban atas tuntutan kebutuhan tersebut. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), satu-satunya rumah sakit yang sudah menerapkan Green Hospital adalah Rumah Sakit Katolik St. Carolus Borromeus (RSCB) Kupang.

Bupati Niga Dapawole Minta Kader PDIP Jaga Suasana Kondusif Sukseskan Pemilu 2019

Kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Jumat (14/12/2018), Direktur RSCB Kupang, dr. Herly Soedarmadji mengatakan, RSCB Kupang ingin menciptakan suasana lingkungan yang nyaman bagi pasien.

Disamping itu, kata dr. Herly, pihaknya menyadari usia rumah skait yang baru enam tahun itu masih banyak hal yang perlu dibenahi seperti sarana dan prasarana dan lingkungan.

Manajemen berkomitmen segera memulai karena semakin hari kebutuhan masyarakat semakin meningkat dan bervariasi.

"Kondisi rumah sakit yang nyaman sudah menjadi kebutuhan masyarakat. sehingga kami mulai tahun 2018 ini, walau untuk konsep Green Hospital yang sempurna belum bisa, tetapi kami sudah memulai," kata dr. Herly.

Komisi Kerawam KAK Adakan Rekoleksi Natal Diikuti Para Caleg dan Calon Anggota DPD

Menurut dr. Herly, hal-hal sederhana yang dilakukan misalnya penghijauan di lingkungan rumah sakit, menata taman bunga serta menjaga kebersihan.

"Kita ketahui rumah sakit Katolik di mana-mana harus bersih dan nyaman. Kalau sudah bersih pasti nyamannya sudah dapat di situ karena berhubungan erat. Selain itu, efisiensi air, listrik, dan pengolahan limbah terutama pengolahan limbah medis, yakni pemilahan sampah di rumah sakit, sampah dari dapur, maupun sampah medis," katanya.

Menurutnya, hal-hal inilah yang menjadikan rumah sakit sebagai tempat yang aman, aman bagi orang yang bekerja di rumah sakit, aman bagi pasien, dan aman bagi pengunjung.

Dikatakannya, penerapan Green Hospital di RSCB Kupang mulai tahun 2018. Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, Kementrian Kesehatan RI melakukan Lomba Green Hospital dan RSCB Kupang mengikuti ajang tersebut dan mendapatkan penghargaan dari Kementrian Kesehatan RI sebagai rumah sakit Green Hospital di wilayah NTT.

Inilah 3 Fakta Sonia Fergina Citra, Miss Indonesia yang Lolos 20 Besar Miss Universe 2018

"Hal ini selaras dengan program pemerintah Provinsi NTT yakni Revolusi Hijau. Harapan pemerintah ini kami jawab melalui pelayanan yang baik di rumah sakit ini," katanya.

Ke depan, kata dr. Herly, banyak tantangan yang harus dihadapi. Yang paling berat adalah bagaimana membangun sebuah budaya green. Ini pekerjaan sulit karena membangun sebuah budaya tidak bisa satu dua hari.

"Saya selalu mengingatkan staf di RSCB Kupang untuk memulai sekarang. Karena, jika green hospital di rumah sakit bisa diwujudkan sangat membantu proses penyembuhan pasien," katanya. (*)

Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved