Parodi Situasi

Tikam dari Belakang

Betul juga ya. Kita abu-abu saja. Tepat dengan waktunya Nona Mia kampanye, kita sorak sorai di tengah arena

Tikam dari Belakang
ilustrasi 

Oleh Maria Matildis Banda

POS-KUPANG.COM - "KAMPANYE abu-abu!"
"Itu tidak jelas namanya!"
"Daripada hitam atau putih, bukankah lebih baik abu-abu?"
***

"Abu-abu saja biar aman. Sambil lihat arah angin. Angin condong ke barat kita ke barat. Angin condong ke timur kita juga ke timur. Angin terputar di tengah-tengah, kita juga terputar di tengah-tengah!" kata Rara meyakinkan Jaki sahabatnya. "Nona Mia itu teman kita. Benza itu teman kita. Mau pilih yang mana? Serba tidak enak. Serba salah."

Tahun 2019, Zodiak Gemini Cintanya Bakal Lebih Dinamis, Fokus ke Masa Depan

Drakor Clean With Passion For Now Rating Tertinggi di Episode 1, Malam ini Episode 2 Tayang

Hello ARMY, ini Link Live Streaming Penampilan BTS dan Wanna One di MAMA 2018 di Jepang

"Betul juga ya. Kita abu-abu saja. Tepat dengan waktunya Nona Mia kampanye, kita sorak sorai di tengah arena. Kita dukung dia habis-habisan. Pokoknya bagaimana caranya biar Nona Mia senang dan bahagia, serta yakin bahwa kita pasti nyoblos dirinya," kata Rara.

"Betul! Giliran Benza tampil kita juga lakukan hal yang sama," sambung Jaki.
"Yang penting duit kita terima dari kiri kanan!"

"Muka belakang juga. Kita terima dari temannya Nona Mia dan Benza, dari mana saja yang tampaknya bisa kita dukung tanpa ketahuan satu sama lain."

"Yang penting kantong tebal hati senang!"
"Bukankah dalam bilik suara nanti. Kita putuskan siapa yang terbaik menurut hati nurani?" kata Jaki lagi.

"Jadi, sebenarnya kamu pilih siapa?" tanya Rara dan Jaki pun berbisik.
"Apa? Bukan Nona Mia dan bukan pula Benza?" Rara tersenyum bangga.

***
"Hai Benza darimana saja?" Jaki segera putar haluan pembicaraan saat temannya itu datang bersamaan secara tiba-tiba. "Ke mana saja selama ini? Sibuk kampanye ya?"
"Dukungan kami berdua khusus untuk caleg nomor sekian. Benza!"

"Sekali Benza tetap Benza," sambung Jaki lagi. "Yang lain silahkan masuk kotak dan kalah. Sudah kami pantau dari segala sudut pikiran. Yang pantas menang itu hanya kamu Benza. Cerdas, berpengalaman, berpendidikan, selalu peka dan tanggap terhadap berbagai problem sosial. Selalu mampu berada di tengah bencana yang terjadi di tengah masyarakat dan selalu dapat mencarikan jalan keluar terbaik bagi masyarakat kita. Hidup Benza!" Jaki mengepalkan tinju dan menyentuhnya ke tinju Benza dan Rara.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved