Berita Internasional

Ribuan Ranjau Disingkirkan dari Lokasi Pembaptisan Yesus di Tepi Barat Palestina

Upaya untuk menyingkirkan ribuan ranjau darat dari sekitar lokasi yang diyakini sebagai tempat Yesus dibaptis mencapai babak baru.

Ribuan Ranjau Disingkirkan dari Lokasi Pembaptisan Yesus di Tepi Barat Palestina
AFP/MENAHEM KAHANA
Dalam foto yang diambil pada 9 Desember 2018, memperlihatkan seorang petugas berjalan di halaman gereja Ortodoks Ethiopia Qasr al-Yahud di dekat Sungai Jordan, Tepi Barat, Palestina. Untuk pertama kali dalam 50 tahun gereja ini kembali dibuka setelah kawasan di sekitarnya dibersihkan dari ranjau. Wilayah di sekitar gereja ini diyakini sebagi tempat Yesus dibaptis di Sungai Jordan. 

Pembersihan ranjau darat di tempat bersejarah yang terletak di sisi utara Laut Mati itu diawasi Kementerian Pertahanan Israel, organisasi anti-ranjau Halo Trust, dan perusahaan Israel, 4Cl.

POS-KUPANG.COM | RAMALLAH - Upaya untuk menyingkirkan ribuan ranjau darat dari sekitar lokasi yang diyakini sebagai tempat Yesus dibaptis mencapai babak baru.

Pada awal pekan ini, sejumlah pihak diizinkan untuk melihat sekilas kondisi sebuah gereja yang sudah cukup lama telantar di tempat itu.

Lokasi di sekitar gereja yang terletak di Tepi Barat, Palestina itu kosong dan tak terawat selama 50 tahun.

Selama ini, para peziarah hanya bisa berada di tepi Sungai Jordan, tak jauh dari kawasan yang terlarang itu.

Pembersihan ranjau darat di tempat bersejarah yang terletak di sisi utara Laut Mati itu diawasi Kementerian Pertahanan Israel, organisasi anti-ranjau Halo Trust, dan perusahaan Israel, 4Cl.

Menurut Kemenhan Israel, proyek pembersihan ini mencakup 3.000-an ranjau yang berada di dalam kawasan seluas 1 kilometer persegi.

Proyek ini diperkirakan menghabiskan biaya hingga 5,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 77 miliar.

Pembersihan ranjau ini berlangsung sejak Maret lalu dan membutuhkan waktu delapan hingga satu tahun agar kawasan itu benar-benar bersih dari ranjau.

Ranjau dan bahan peledak lainnya sudah dibersihkan dari situs biara Gereja Ortodoks Yunani dan Etiopia serta sebuah kapel Fransiskan.

Halaman
12
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved