Berita Kabupaten Sikka Terkini

Maumere Jadi Satap Pelayanan Dokumen PMI di Flores

Kota Maumere di Kabupaten Sikka, Pulau Flores,menjadi salah satu tempat dipilih pengurusan dokumen satu atap bagi PPMI.

Maumere Jadi Satap Pelayanan Dokumen PMI di Flores
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Peserta Dialog Publik Perbaikan Tata Kelola Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI-NTT) di Capa Resort Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu (12/12/2018). 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Kota Maumere di Kabupaten Sikka, Pulau Flores,menjadi salah satu tempat dipilih pengurusan dokumen satu atap bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dipilihnya Maumere karena menjadi pintu keluar dan masuk lewat laut maupun udara untuk jalur timur dan memperketat di wilayah barat.

"Ada empat tempat layanan satu atap di NTT yakni Tambolaka di Pulau Sumba, Kota Kupang dan Kabupaten Kupang di Pulau Timor dan Kabupaten Sikka di Pulau Flores," kata Direktur Padma Indonesia, Martinus Gabriel Goa, dalam Dialog Publik Perbaikan Tata Kelola Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI-NTT) di Capa Resort Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Propinsi NTT, Rabu (12/12/2018).

Apredal Zeryanti Tefu Sebut Gaji Bawaslu Kabupaten Kupang Tidak ada Persoalan

Ia mengatakan, pemerintah pusat dan daerah harus berperan aktif melayani calon pekerja yang bukan hanya bekerja di luar negeri, tetapi juga pekerja antardaerah.

"Kalau semua pekerja ini sudah siap, yang harus diperhatikan adalah layanan satu atap. Indonesia Timur khususnya NTT sudah dipilih Presiden Joko Widodo dan Kemnaker ini menjadi contoh Indonesia Timur," ujar Gabriel.

Di TTU, Gubernur NTT Bagi Anakan Kelor kepada Tiga Bupati

Dikatakanya, NTT menjadi pengamatan dan penelitian dari Padma. Namun Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi standar nasional seperti di Kupang, belum tersedia di Sikka.

Perwakilan ILO, Sinthia Harkrisnowo, mengatakan NTT masuk kategori darurat human trafficking, bukan n hanya menjadi perperhatian CSO tetapi pemerintah pusat termasuk lembaga-lembaga internasional, ILO dan AYO.

"Program perlindungan pekerja migran yang prosedural maupun anprosedural wajib dilakukuaj, karena ini semua adalah manusia," kata Sinthia. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved