Parodi Situasi

Hujan Bulan November

Tak ada yang lebih tabah -dari hujan bulan Juni!" kata Benza. "Dirahasiakannya rintik rindunya -kepada pohon berbunga itu

Hujan Bulan November
ILS
Ilustrasi 

Oleh Maria Matildis Banda

POS-KUPANG.COM - "BUKAN Hujan Bulan Juni!"
"Tetapi Hujan Bulan November!"

"Kalau Hujan Bulan Juni itu salah satu puisi dalam kumpulan puisi dengan judul yang sama karya Sapardi Djoko Damono," kata Nona Mia. "Sekali ini kita bicara tentang hujan bulan November yang melanda kota kita!"
***

"Tak ada yang lebih tabah -dari hujan bulan Juni!" kata Benza. "Dirahasiakannya rintik rindunya -kepada pohon berbunga itu -tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni -dihapusnya jejak-jekak kakinya -yang ragu-ragu di jalan itu..."

"Indah sekali ya!" kata Nona Mia. "Bagaimana November?"

Drakor Clean With Passion For Now Rating Tertinggi di Episode 1, Malam ini Episode 2 Tayang

Inilah Besaran Gaji yang Bakal Kamu Terima jika Lolos Seleksi CPNS 2018, Intip yuk!

Intip Penampilan Para Idol Kpop di Red Carpet MAMA 2018 di Jepang, Ada Wanna One Hingga BTS!

"Tak ada yang lebih marah -dari hujan bulan November!" sambung Rara. "Dibongkarnya semua got yang tersumbat itu!" Rara dan Jaki tertawa terbahak.

"Tak ada yang lebih kecewa -dari hujan bulan November!" sambung Jaki. "Ditendangnya semua sampah -berserakan di jalan protokol itu!"

"Tak ada yang lebih sebal -dari hujan bulan November!" Rara tidak mau kalah. "Genangan lumpur dan aromanya menggenangi rumahku."

"Sapardi pasti sangat marah!" Nona Mia. "Kalian permainkan puisinya yang indah, tabah, tenang, dan memikat hati, dan puisi hujan bulan November yang kalian karang secara membabi buta!"

"Memang kenyataannya demikian!" sambung Rara.
***

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved