Berita Sumba Timur Terkini

Berita Hoaks Semakin Heboh karena Kelatahan Jari

Hoaks semakin heboh di Indonesia karena kelatahan jari manusia untuk tidak kalah cepat dalam menyebarkan informasi.

Berita Hoaks Semakin Heboh karena Kelatahan Jari
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Para pemateri sedang membawakan materi di Aula Setda Kabupaten Sumba Timur, Rabu (12/12/2018). 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Hoaks atau berita bohong yang tidak ada kebenaran meskipun fenomenanya sudah sejak ratusan tahun yang lalu. Namun saat ini hoaks semakin heboh di Indonesia karena kelatahan jari manusia untuk tidak kalah cepat dalam menyebarkan informasi yang tidak diverifikasi dengan baik atau menyebarkan informasi yang masih mentah.

Anggota Dewan Pers, Jimmy Silalahi menyampaikan itu saat membawakan materi dalam kegiatan Sosialisasi Peran dan Fungsi Pers Kepada Masyarakat Kabupaten Sumba Timur tahun 2018.

Kegiatan itu diangkat dengan tema: "Pencegahan Berita Hoaks, Ujaran Kebencian dan Isu Sara Menjelang Hajatan Politik Tahun 2019 Menuju Sumba Timur Yang Aman Damai dan Tenteram Dalam Bingkai NKRI," di Aula Setda Kabupaten Sumba Timur, Rabu (12/12/2018).

Solusi Satu Atap, Perbaiki Layanan Dokumen PMI di NTT

Jimmy mengatakan akibat kelatahan jari dalam menyebarkan berita bohong atau hoaks dapat merusakan situasi yang kondusif apalagi berita tersebut merugikan seseorang atau salah satu pihak, dan berbau Sara atau biasa ia sebut 1 aksi berjuta kali reaksi diluar.

Sehingga Jimmy meminta kepada para peserta yang hadir dalam kegiatan itu agar jika terima informasi yang masih mentah tolong diberhentikan dan ikut menyebarkan berita yang belum tahu kebenaranya.

Sistem Pelayanan Satu Pintu Cegah Masyarakat Bayar Uang Pelicin

Jimmy juga menjelaskan penting terkait media sosial bukan pers dimana harus bijak dan hati-hati bila memakai media sosial dengan menjaga penggunaan kata, jangan terpancing hasutan atau provokasi dan lain sebagainya. Media sosial menjadi 'senjata' kuat terorisme.

Selain itu, gunakan media sosial sebagai tabungan kreativitas yang positif dengan menyebarkan hasil karya kreatif, promosi daerah, dan lain sebagainya dan media sosial juga dapat dipakai untuk latihan jurnalistik.

Jimmy juga mengatakan, terkait koordinasi penanganan kasus Pers Dewan Pers telah bekerja sama dengan Polri dengan melakukan pandatangan Memorandum of Understanding (MoU) yang mana akan dilanjutkan lebih detail dalam SOP/petunjuk pelaksanaan teknis MoU tahun 2017 salah satu wujudnya kasus Pers terkait Pers/wartawan profesional akan ditangani Dewan Pers.

Sedangkan malapraktek jurnalistik oleh oknum wartawan atau media abal-abal akan diserahkan ke Polri untuk dipidanakan.

Menurut Jimmy sesuai pasal 15 ayat (f) UU no 40 tahun 1999 tentang Pers dimana peraturan di bidang Pers harus memiliki stadar organisasi petusahan pers, standar perusahan Pers, standar perlindungan profesi wartawan, standar organisasi, kopetensi wartawan, pedoman hak jawab, pedoman pemberitaan media siber dan lain sebagainya.

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved