Berita Kabupaten Kupang

Bantu Menekan Stunting di Kabupaten Kupang! Kades Diminta Plotkan Dana Desa

bisa memplotkan anggaran dari dana desa untuk menekan persoalan stunting. Masalah stunting jangan dianggap sepele karena ini menyangkut tumbuh kembang

Bantu Menekan Stunting di Kabupaten Kupang! Kades Diminta Plotkan Dana Desa
POS Kupang.com/Edi Hayong
Kabid Gizi Dinkes Kabupaten Kupang, Adriana Ketika membawakan materi rakor PKH di Gereja Betesda Tarus, Senin (10/12/2018) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I TARUS-----Para kepala desa di Kabupaten Kupang diharapkan bisa memplotkan anggaran dari dana desa untuk menekan persoalan stunting. Masalah stunting jangan dianggap sepele karena ini menyangkut tumbuh kembang anak sebagai generasi bangsa dan daerah ini.

Demikian harapan Kabid Gizi Dinkes Kabupaten Kupang, Adriana ketika menjadi salah satu nara sumber pada Rakor Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Kupang di Gereja Betesda, Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Senin (10/12/2018). Kegiatan rakor ini dibuka Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kupang, Fahren Funay.

Bupati Dapawole Sesalkan Aktivis HAM Sertakan Anak Kecil Demo di Kantor Bupati Sumba Barat

Adriana menjelaskan, fokus perhatian pihaknya sekarang ini soal bagaimana menekan masalah stunting. Daerah Kabupaten Kupang ini rentan dengan stunting sehingga sosialisasi mengenai pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi mutlak dilakukan.

Upaya yang dilakukan untuk menekan stunting bukan semata-mata menjadi tugas Dinas Kesehatan tetapi semua elemen termasuk para kepala desa.

"Stunting itu bersentuhan langsung dengan gizi. Kalau sejak balita  kurang ada asupan gizi yang baik maka bisa terkena stunting. Imbasnya ketika anak itu bertumbuh maka postur tubuhnya kelihatan tidak  seimbang," katanya.

Larangan Merokok di Pulau Ende yang Diedarkan Camat Tidak Lagi Efektif! Ini Alasannya

Tunggak Bayar Pajak Kendaraan, Polisi Blokir STNK Penunggak, Lihat Penjelasan Resminya-

Untuk tangani ini, Adriana mengharapkan para kepala desa tidak hanya sosialisasi tapi mengalokasikan sebagian dana desa untuk bidang kesehatan. Para kades dan camat juga diminta memberikan pemahaman soal cara menangani stunting yaitu orangtua harus memberi  makan makanan bergizi pada anak-anak, 

buang air pada tempatnya. Camat dab kades diharapkan bisa memberikan kesadaran buat warga tentang ini.

"Dana desa 10 persen bisa diarahkan ke posyandu juga  program PMTAS, transport kader. Mari kita kerja bersama atasi stunting," pintanya.

Kadis Sosial, Fahren Funay ketika membuka rakor menegaskan, rakor ini sangat penting. Dari hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya, Program Keluarga Harapan sangat baik cuma kendala pada validasi data. 

"Kendala soal bagaimana kita dapatkan data keluarga sejak 2013-2018 apakah sudah ada keluarga mandiri. Mari kita dobrak bersama agar bisa keluar dari yang namanya kemiskinan karena persoalan ini sangat kompleks. Harapan saya mari kita tingkatkan koordinasi bersama untuk dampingi penerima manfaat," kata Fahren. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved