Parodi Situasi

Api Rumah Adat

Justru sekarang saatnya masuk kampung. Pilih saya! Pilih saya! Saya akan perjuangkan anggaran penuh untuk bangun kembali rumah adat

Api Rumah Adat
Facebook/Watu Yohanes Vianey
Pemandangan kampung adat Gurusina Ngada saat terbakar beberapa waktu lalu. 

Oleh Maria Matildis Banda

POS-KUPANG.COM - "RUMAH adat terbakar lagi!"
"Satu kampung rata lagi!"
"Air mata penyesalan jatuh lagi!"
"Kita lengah dan kemungkinan besar akan terjadi lagi!"

***
"Kalau kita tanya Ebiet G. Ade, pasti jawabannya langsung dalam lirik lagu. Dosa siapa? Ini dosa siapa? Salah siapa? Ini salah siapa? Jawabnya ada di relung hati ini..."

"Mana sempat pikir relung hati?" kata Rara. "Memangnya salah siapa? Dosa siapa? Terbakar ya terbakarlah!"

Inilah Besaran Gaji yang Bakal Kamu Terima jika Lolos Seleksi CPNS 2018, Intip yuk!

Gaji PNS dan Pensiunan Naik, Dirapel Bulan April 2019, Begini Komentar Ketua MPR RI

Ramalan Zodiak Malam ini - Scorpio Pintar Sebagai Cambuk, Cancer Tak Pakai Logika dan Akal Sehat

"Apa yang kamu bilang?" tanya Nona Mia.

"Justru sekarang saatnya masuk kampung. Pilih saya! Pilih saya! Saya akan perjuangkan anggaran penuh untuk bangun kembali rumah adat, bangun kembali kampung adat ini dengan lebih baru lebih keren lebih milenial!"

"Pilih saya saja!" sambar Jaki. "Kalau saya sudah duduk, kalau saya sudah dapat kursi, saya pastikan anggaran untuk bangun kembali rumah adat dan adakan pesta syukur lengkap!"

"Saya yang pantas dipilih bukan kamu!" Rara melotot menantang Jaki.
"Jangan baku ra'u! Caleg model apa kalian berdua ini!" kata Nona Mia.

***
Apakah ada hubungan antara pencalegan dengan terbakarnya rumah adat? Apakah ada kaitan antara rumah adat dengan pilkada? Apakah ada relasi antara kampung adat, pilihan politik, keluarga kecil, keluarga besar, kampung halaman, pemakaman keluarga, dan rumah adat?

Seperti lirik lagunya Ebiet, benarkah jawabannya ada di relung hati ini.
Apakah benar rumah adat telah dijadikan tempat untuk angkat sumpah demi pilihan politik, pileg, caleg, balon, dan sejenisnya. Benarkah suara terdalam dari leluhur tentang kebersamaan, keluhuran, dan cinta keluarga kian lama kian pudar oleh ambisi politik?

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved