Berita Kabupaten Malaka

Bupati Malaka Stef Bria Seran! Bukti Sejarah Harus Dibukukan

Penulisan buku harus tetap berpedomankan pada kaidah penulisan buku, obyektif dan menyajikan apa adanya.

Bupati Malaka Stef Bria Seran! Bukti Sejarah Harus Dibukukan
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
FGD--Kegiatan FGD dalam rangka penyusunan buku 3 Tahun SBS-DA Memimpin Malaka di Kupang.Com, Sabtu (8/12/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BETUN---Tim penulis Buku 3 Tahun SBS-DA Memimpin Malaka melakukan Focus Grup Discussion (FGD) dengan sejumlah elemen dalam rangka penyusunan buku 3 Tahun SBS-DA Memimpin Malaka.

Kegiatan FGD ini digelar di Kupang.Com, Sabtu (8/12/2018). Diskusi ini dipandu Ketua Tim Penulis, DR. Yohanes Bernando Seran, S.H, M.Hum. Hadir saat itu, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, tim pakar RPM, pembedah buku SBS-DA, Pius Rengka dan pimpinan OPD lingkung Pemkab Malaka.

Pada kesempatan itu, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran mengatakan, penulisan buku tentang jejak pemimpin Malaka sangat penting bagi generasi penerus dan anak cucu Malaka. Buku itu perlu ditulis sebagai bukti sejarah bagi anak cucu dan pemimpin Malaka di masa mendatang.

Penulisan buku harus tetap berpedomankan pada kaidah penulisan buku, obyektif dan menyajikan apa adanya.

"Buku ini ditulis bukan untuk dipuji. Mau tulis baik atau tidak, saya tidak ada kepentingan. Saya sangat menghargai karya ini supaya pemimpin yang akan datang terutama pemimpin yang menggantikan bisa mengetahui apa yang dilakukan pendahulunya," tutur Bupati Stef.

Menurut Bupati Stef, sejak dipercayakan masyarakat memimpin Kabupaten Malaka, ia bersama almarhum Daniel Asa menginginkan agar jejak langkah pemimpin harus ada berkasnya yang dapat ditelusuri dengan baik oleh generasi penerusnya.

Bupati Stef menceritakan, ia pernah membaca buku tentang para pejuang dan pemimpin di Tiongkok yang salah satunya adalah Jenis Khan. Sampai sekarang, anak dan cucunya masih bekerja keras mencari kuburan Jenis Khan.

Pada saat melakukan penelusuran, mereka menggunakan metode ilmiah. Mereka menelusuri jejak kuburan Jenis Khan menggunakan metode test DNA. Karena pada jaman dulu seorang pemimpin besar saat membentuk timnya pasti ada turunannya.

Tulisan dalam buku tersebut menginspirasi Bupati Stef agar seorang pemimpin bisa meninggalkan sesuatu, baik dalam tulisan, parasasti maupun monumen untuk memudahkan penelusuran.

Tindakan nyata yang dilakukan Bupati Stef adalah membuat kuburan Daniel Asa agar memudahkan bagi anak cucu dalam mencarinya. Saat ini memang belum terasa tetapi dalam waktu 100-200 tahun ke depan sangat dibutuhkan.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved