Berita NTT Terkini

Pendamping Tenaga Kerja Asing Sebaiknya Orang Lokal

Pendamping tenaga kerja asing (TKA) sebaiknya orang lokal tempat dimana pekerja asing bekerja.

Pendamping Tenaga Kerja Asing Sebaiknya Orang Lokal
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Keluarga besar kantor Imigrasi Kupang Kelas 1 Kupang, di Hotel Neo Kupang, Kamis (6/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pendamping tenaga kerja asing (TKA) sebaiknya orang lokal tempat dimana pekerja asing bekerja.

Demikian kata Erwyn F. R. Wantania, SH, Kepada Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham NTT dalam sosialisasi penggunaan TKA, tatacara pemberian visa dan izin tinggal bagi TKA.

Sosialisai tersebut diberikan oleh dua narasumber dari pihak Imigrasi Erwyn F. R. Wantania, SH dan Anak Agung Gede Kusuma Putra kepada sejumlah perwakilan dari stakeholder provinsi NTT dan swasta, di Hotel Neo, Kupang, Kamis (6/11/2018).

1.064 Peserta Tes CPNS Ikut SKB Selama Dua Hari

Erwin mengatakan, salah satu tujuan Indonesia menerima tenaga kerja asing agar bisa terjadi ilmu dan keterampilan.

Menurutnya kalau orang lokal yang menjadi pendamping tentu lebih bagus. Selain pendamping paham betul kultur dan budaya setempat, pendamping bisa membagikan ilmu atau keterampilan yang ia dapat dari TKA.

Pemilik Kapal Tolak Bantu Pencarian Korban KM Multi Prima 1

"Kalau TKA-nya kerja di NTT, terus pendampingannya dari Jakarta, selesai masanya, si TKA kembali ke negaranya dan pendamping ke daerahnya, nah bagaimana transfer ilmu dan keterampilan," ungkapnya.

Namun, lanjutnya, soal keputusan apakah pendamping dari orang lokal atau tidak bukan kewenangan pihaknya, tapi Disnakertrans.

"Disnakertrans yang punya kewenangan itu. Saya hanya imbau supaya dampaknya ada," ungkapnya.

Indonesia masih membutuhkan tenaga kerja asing (TKA) untuk meningkatan daya saing, investasi sekaligus tenaga kerja Indonesia bisa menimba ilmu dan keterampilan dari TKA.

Halaman
12
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved