Berita Kabupaten Nagekeo Terkini

Pemkab Nagekeo Miliki Pabrik Pupuk Bokasi

Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo saat ini sudah memiliki alat untuk pabrik pupuk Bokasi.

Pemkab Nagekeo Miliki Pabrik Pupuk Bokasi
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Nagekeo, Gaspar Djawa, Staf kementerian Perindustrian, Triyani dan dua staf kementerian Perindustrian dan Kabid Perindustrian kabupaten Nagekeo saat berpose bersama di lokasi pabrik pupuk Bokasi, di Lego - Aeramo, Kamis (29/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Pemerintah Daerah  Kabupaten (Pemkab) Nagekeo saat ini sudah memiliki alat untuk pabrik pupuk Bokasi.

Alat itu merupakan bantuan dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Mesin pabrik pupuk Bokasi itu berskala kecil.

Bantuan ini merupakan anggaran tahun 2013. Namun, belum bisa langsung beroperasi karena, Pemda Nagekeo perlu menyiapkan lahan dan membangun gedung untuk menempatkan mesin-mesin yang ada.

Progres Proyek Pembangunan Pasar Rakyat Kefamenanu 2 Baru 78 Persen

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Nagekeo, Gaspar Djawa, menjelaskan, mesin pabrik pupuk Bokasi baru dipasang pada Kamis, (29/11/2018) bertempat di Lego, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa.

Pemasangan peralatan mesin itu sekaligus dilakukan ujicoba operasi mesin yang disaksikan langsung oleh staf kementerian Perindustrian RI, Triyani bersama dua orang staf.

Roby Beberkan Dua Soal Krusial RPJMD Sikka 2018-2023

Dari pemasangan hingga uji coba mesin pabrik pupuk Bokasi itu berjalan baik dan hasilnya sangat memuaskan.

Gaspar Djawa, menjelaskan, saat ini, kabupaten Nagekeo telah memiliki pabrik pupuk Bokasi dan satu - satunya pabrik pupuk Bokasi yang ada di NTT, walaupun dengan skala kecil tetapi bisa membantu kebutuhan para petani.

Menurut Kadis Gaspar, demikian sapaannya mengatakan saat ini, mesinnya sudah ada, dan siap beroperasi, namun persoalan anggaran operasional produksi pupuk belum ada.

Pihaknya sudah merancang dan mengusulkan anggaran dan saat ini masih dibahas ditingkat komisi DPRD Nagekeo dan akan dibahas lebih lanjut di Banggar.

Gaspar menjelaskan, kemampuan produksi dari mesin itu dalam sehari bisa memproduksi pupuk 10 ton/ hari.Pabrik pupuk itu akan menyerap tenaga kerja kurang lebih sebanyak 12 orang operator diluar tenaga administrasi lainnya.

Pabrik ini termasuk industri skala kecil. Bila pengoperasian pabrik pupuk Bokasi ini berjalan efektif maka di kabupaten Nagekeo telah memiliki dua pabrik yakni pabrik pupuk Bokasi dan pabrik Garam yang bisa menjadi produk unggulan.

"Untuk pabrik pupuk Bokasi, bahan bakunya cukup banyak di wilayah Nagekeo. Bahan bakunya diambil dari semua jenis kotoran hewan, jerami dan dedaunan. Bahan baku ini memang cukup banyak ada dinagekeo, namun mesti dibeli dari masyarakat. Diperkirakan kotoran ternak akan dibeli dari masyarakat dengan harga sekitar Rp 500/ kg. Dengan cara ini, masyarakat bisa menertibkan hewannya secara baik sehingga kotoran tidak dibuang disembarang tempat. Direncanakan, hasil olahan pabrik pupuk Bokasi ini akan dijual dengan harga Rp 2000/ kg," ungkap Gaspar, saat ditemui POS KUPANG.COM, Kamis (6/12/2018).

Gaspar menjelaskan kehadiran mesin pabrik pupuk Bokasi di Nagekeo sebagai satu - satunya pabrik pupuk Bokasi pertama di NTT sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan di sektor pertanian di Nagekeo khususnya dan NTT umumnya dalam rangka menjaga ketahanan pangan dengan meningkatkan produktifitas hasil pertanian petani.

Selain itu, berdirinya pabrik pupuk Bokasi di Nagekeo sebagai satu - satunya pabrik pupuk Bokasi di wilayah Provinsi NTT harus dilihat sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mendukung petani sawah organik sehingga masyarakat tidak lagi menggunakan pupuk kimia yang didatangkan dari luar NTT selama ini, tetapi sudah bisa memanfaatkan pupuk lokal yang tidak mengandung unsur kimia. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved