Berita NTT Terkini

Mengapa Indonesia Masih Butuh Tenaga Kerja Asing ! Ini Jawabannya

Indonesia masih membutuhkan tenaga kerja asing (TKA) untuk meningkatan daya saing, investasi sekaligus tenaga kerja Indonesia bisa menimba ilmu dan

Mengapa Indonesia Masih Butuh Tenaga Kerja Asing ! Ini Jawabannya
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Pemateri dan peserta sosialisasi penggunaan tenaga kerja asing (TKA), tatacara pemberian visa dan izin tinggal bagi TKA di hotel Neo Kupang, Kamis (6/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Indonesia masih membutuhkan tenaga kerja asing (TKA) untuk meningkatan daya saing, investasi sekaligus tenaga kerja Indonesia bisa menimba ilmu dan keterampilan dari TKA.

Hal tersebut dikatakan Erwyn F. R. Wantania, SH, Kepada Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham NTT dalam sosialisasi penggunaan TKA, tatacara pemberian visa dan izin tinggal bagi TKA.

Sosialisai tersebut diberikan oleh dua narasumber dari pihak Imigrasi Erwyn F. R. Wantania, SH dan Anak Agung Gede Kusuma Putra kepada sejumlah perwakilan dari stakeholder provinsi NTT dan swasta, di Hotel Neo, Kupang, Kamis (6/11/2018).

Erwin mengatakan, Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber alam, kondisi geografisnya sangat unik karena ada 17 ribu lebih pulau dan merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.

Honorer di Kabupaten Kupang Senang jika Diangkat Jadi ASN

PAD   Sikka   Lima  Tahun Mendatang  Rp  243  Miliar! Ini Penjelasannya

Namun, kata Erwin, hal itu tidak berbanding lurus dengan ketersediaan sumber daya manusia dan modal. Maka butuh orang lain untuk membantu mengolahnya sumber daya alam di Indonesia.

Ia menjelaskan, Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Presiden nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing. Dalam Penpres tersebut kata dia, jangan diartikan bahwa tenga kerja asing bebas masuk ke Indonesia.

"Bukan bebas atau gampangan, hanya prosedur masuknya TKA kita sederhanakan. Kalau prosedurnya sulit investor bisa malas juga ke kita," ungkap Erwin.

Lanjutnya, landasan utama, pertama, kebijakan penggunaan TKA adalah mengutamakan tenaga kerja Indonesia pada semua jenis jabatan. TKA hanya dapat menduduki jabatan yang belum dapat diduduki oleh tenaga kerja Indonesia.

Selain itu kata dia, penggunaan TKA hanya dalam hubungan kerja (sponsorsip), jabatan tertentu, waktu tertentu dan mempertimbangkan kondisi pasar kerja dalam negeri.

"Artinya tetap ada prosedur yang harus dipatuhi baik bagi perusahaan perekrut maupun tenaga kerja asing. Selain itu tentu selalu ada pengawasan terhadap TKA," tegasnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang, I.G Nyoman R. Taufiq, S.H saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, mengatakan, untuk pengawasan terhadap TKA di wilayah NTT sudah dibentuk tim pengawasan orang asing (Timpora) di 9 Kabupaten dan Kota.

"Kita rutin melakukan pengawasan, secara rutin baik terbuka maupun tertutup, itu kita berkoordinasi dengan TNI, Polri, Disnakertrans dan sebagainya," ungkap Nyoman.

Ia menjelaskan, jumlah TKA di wilayah NTT saat ini mencapai 38 orang. "Kalau jumlah orang asing di kita seribu lebih. Lebih banyak mahasiswa/i daripada tenaga kerja," jelasnya. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved