Berita Kampus

Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Tahir Dorong Percepatan Pembangunan Kampus STAKN

Baginya, pembangunan sarana prasarana kampus STAKN Kupang terlihat sangat lambat, jika dibandingkan dengan animo masyarakat.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Tahir Dorong Percepatan Pembangunan Kampus STAKN
Hermina Pello
Kuliah Umum di STAKN Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr. M Ali Tahir, SH, M.Hum, segera mendorong percepatan pembangunan di Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang.

Baginya, pembangunan sarana prasarana kampus STAKN Kupang terlihat sangat lambat, jika dibandingkan dengan animo masyarakat yang kuliah di kampus tersebut melonjak dari 1000 orang menjadi 4000 orang.

Hal tersebut disampaikan Ali Tahir saat memberikan Kuliah Umum Peran dan Fungsi Komisi VIII DPR RI Dalam Membina dan Meningkatkan Pengelolaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan di Indonesia di Kampus STAKN Kupang, Selasa (4/12/2018).

Songsong Revolusi Industri 4.0! Semua Dosen Politani Kupang Miliki Blog

Kuliah umum di Kampus STAKN Kupang berlangsung meriah dan hangat karena diwarnai dengan guyonan dari Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Tahir. Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua STAKN Kupang, Dr. Harus Natonis, para dosen, pegawai dan ratusan mahasiswa. Kuliah umum tersebut diwarnai dengan alunan lagu-lagu daerah NTT yang dibawakan oleh Paduan Suara Mahasiswa STAKN Kupang.

Ali Tahir mengatakan, pembangunan STAKN Kupang terlambat karena antara kebutuhan dengan intervensi program tidak terlalu cepat.

Menurut pria asal Lamakera-Solor, Kabupaten Flores Timur ini, dirinya sebagai anggota DPR RI mendorong agar perencanaan pembangunan pada APBN Tahun 2019 harus lebih cepat, sehingga bisa memberikan kenyamanan perkuliahan bagi mahasiswa.

Wow ! Penulis NTT Sabet Juara Sanyembara Novel DKJ 2018

"Saya mendengar pembangunan masih minim sekali, sehingga mahasiswa belum nyaman dalam proses belajar mengajar. Ini fakta, sehingga saya mendorong Ketua STAKN Kupang, Harun Natonis, untuk segera melakukan percepatan pembangunan.

Dan, fungsi DPR melakukan diskresi terhadap anggaran sehingga Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal bisa leluasa mengeluarkan anggaran dan pembangunan di Kampus STAKN Kupang bisa berjalan dengan baik. Karena kampus STAKN Kupang masuk dalam kriteria daerah tertinggal yang harus dibantu," katanya.

Selain itu, kata Ali tahir, lokasi tanah STAKN Kupang terlalu kecil untuk perkembangan kampus ke depan, dimana kampus ideal harusnya luas 15-20 Ha.

Halaman
12
Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved