Berita Ekonomi Bisnis

Ini Pernyataan Keras Gubernur NTT Terhadap Bank NTT

"Saya punya mimpi Tahun 2019 target laba bersih Bank NTT Rp 500 miliar, kalau tidak capai target,saya pecat," kata Gubernur NTT

Ini Pernyataan Keras Gubernur NTT Terhadap Bank NTT
Pos Kupang.com/Adiana AHmad
Robert H.P Sianipar ketika dilantik menjadi Pemimpin OJK Provinsi NTT oleh Anggota Dewan Komisaris OJK RI, Heru Kristiana di Hotel Aston Kupang, Rabu (5/12/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menargetkan laba bersih Bank NTT tahun 2019 ditargetkan sebesar Rp 500 miliar.

"Kami punya Bank NTT yang sekarang laba bersih Rp 185 miliar. Kami titip Bank NTT. Tahun 2019 target laba naik jadi Rp 500 miliar. Kalau tidak capai target, saya pecat dan saya pimpin sendiri. Tapi saya minta bantuan OJK ajari saya pengetahuan tentang bank karena saya tidak mengerti bank, supaya mereka jangan tipu saya," kata Viktor dengan dana guyon  pada acara  serah terima Kepala OJK Provinsi NTT, di Hotel Aston, Kupang, Rabu (5/12/2018).

Ia mengatakan,  tahun 2020 jadi bank devisa dan tahun 2022 sudah go public.

"Sebelum saya turun dari gubernur, bank ini sudah go public sehingga bank ini benar-benar sehat, hebat dan kuat," katanya.

Viktor menitipkan Bank NTT ke OJK NTT. OJK bisa membantu membimbing Bank NTT menjadi lebih baik terutama untuk mencapai target laba bersih Rp 500 miliar pada tahun 2019.

Ia mengatakan, bank yang berdiri diantara orang miskin kalau sehat dan hebat itu luar biasa.

"Kepada teman-teman di Bank NTT sejak saya jadi gubernur, kalian mengalami penderitaan luar biasa. Biasanya terima gaji 26 kali setahun, sekarang hanya 14 kali setahun. Itupun kalau gubernurnya lagi semangat. Kalau tidak, kita hapus semua," katanya.

Gaji seperti itu, kata Viktor, mungkin ada di bank lain, tapi tidak ada di Bank NTT.

"Bank ini berdiri di atas orang miskin di atas provinsi termiskin di Indonesia. Karena itu, kita semua harus kencangkan ikat pinggang, rapatkan barisan supaya bank ini sehat. Kalau laba bersih hanya Rp 185 miliar itu, menghina gubernur," ujarnya.

"Saya kira tugas dari Pak Robert (kepala OJK Provinsi NTT) cukup berat karena target gubernur untuk Bank NTT cukup tinggi. Kepada teman-teman di Bank NTT tetap semangat pantang mundur. Walaupun gubernur kurangi gaji, semangat terus," kata Viktor.

Viktor menegaskan, gaji komisaris utama ke depan maksimal 50 persen dari gaji dirut dan pembiayaan didorong untuk membiayai sektor produktif.

"Nelayan jangan macet, UKM bertumbuh. Karena itu, Pak Robert selamat datang, kami penuh masalah. Mari kita bagi-bagi masalah," kata Viktor. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved