Berita NTT Terkini

Gedung Bank NTT Cabang Surabaya Mubazir

Gedung Bank NTT Cabang Surabaya dengan nilai sewa Rp 9,7 Milar mubazir. Sudah setahun gedung itu disewa tapi tidak dihuni. Penyebabnya tidak mendapat

Gedung Bank NTT Cabang Surabaya Mubazir
POS KUPANG/KOLASE
Ketua OJK NTT, Winter Marbun, dan Kantor Pusat Bank NTT. 

 Laporan Reporter Posn Kupang.Com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, KUPANG—Gedung Bank NTT Cabang Surabaya dengan nilai sewa Rp 9,7  Milar mubazir. Sudah setahun gedung itu disewa tapi tidak dihuni. Penyebabnya tidak mendapat restu dari OJK Jawa Timur karena ada syarat yang tidak dipenuhi.

Mantan Kepala  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Provinsi NTT, Winter Marbun ketikaa ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/12/2018), mengatakan,  pemanfaatan gedung itu tidak disetujui OJK karena  dari hasil penilaian internal prosesnya tidak memenuhi syarat kepatuhan. 

Apakah  akan berdampak hukum? Winter mengatakan, OJK tidak dalam kapasitas untuk menilai hal itu berdampak hukum atau tidak. 

“Penilaian secara pidananya itu wilayah lembaga penegak hukum. Bagi OJK, kalau dana yang digunakan untuk menyewa gedung itu tidak berdampak pada  kestabilan bank, tidak apa-apa,” kata Winter.

Winter mengungkapkan, gedung itu bisa digunakan asalkan Manajemen Bank NTT memenuhi asas kepatuhan. Bahkan, ia berharap agar gedung tersebut segera dimanfaatkan.

Direktur Kepatuhan Bank NTT, Hilarius Minggu yang dikonfirmasi di usai menghadiri  Kegiatan Serah Terima Kepala OJK Provinsi NTT di Hotel Aston, Rabu (5/12/2018), mengatakan, syarat kepatuhan yang mengganjal OJK mengeluarkan izin pemanfaatan gedung baru Bank NTT Surabaya  yakni adanya complain Check List dari mantan Direktur Kepatuhan terhadap nilai kontrak gedung yang diajukan direksi sudah dipenuhi Manajemen Bank NTT.

“Syarat itu sudah kami penuhi dan saya telah menyatakan akan bertanggung jawab terhadap apa yang saya laporkan mulai dari kondisi gedung dan nilai sewa gedung yang ada. Kalau dulu, mantan Direktur Kepatuhan buat pernyataan tidak bertanggung jawab dari  laporan yang ada. Itu yang mengganjal  OJK keluarkan izin. Kami sudah ajukan kembalu usulan ke OJK untuk pemanfaatan gedung tersebut,” jelas Hilarius.

Soal ada informasi dugaan  penyimpangan dalam proses sewa gedung tersebut, Hilarius mengungkapkan, saat ini informasi tersebut sedang diselidiki Kantor Pusat OJK . “Kita tunggu saja hasilnya,” demikian Hilarius.

Sebelumnya beredar informasi bahwa penyewaan Gedung Kantor Bank NTT Cabang Surabaya  di Kompleks Ruko IBT Center  Surabaya Jl.Yos Sudarso No.11, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng , menuai masalah.  Kantor tersebut mubazir dan tidak dimanfatkan  sejak penandatanganan kontrak tahun 2015 lalu karena tidak mendapat persetujuan dari OJK Jawa Timur.

Padahal, Bank NTT telah menggelontorkan dana senilai Rp 9,7 miliar untuk biaya sewa gedung tersebut selama lima tahun.(*)

 
 

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved