Berita Nasional Terkini

Direktur PIAK Sebut Tinggal 2,67 Persen Penduduk Indonesia Belum Melakukan Perekaman e-KTP

Direktur PIAK Kemendagri sebut tinggal 2,67 persen penduduk Indonesia yang belum melakukan perekaman e-KTP.

Direktur PIAK Sebut Tinggal 2,67 Persen Penduduk Indonesia Belum Melakukan Perekaman e-KTP
KOMPAS.com/Farida Farhan
Pemerintah Kabupaten Karawang melakukan jemput bola perekaman e-KTP. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tavipiyono mengatakan,   tinggal 2,67 persen penduduk Indonesia yang belum melakukan perekaman e-KTP.

Sedangkan yang sudah melakukan  proses perekaman KTP elektronik atau e-KTP sudah mencapai 97,33 persen. Dengan demikian proses perekaman e-KTP ditargetkan selesai akhir bulan ini agar tak mengganggu proses jalannya pemilu yang digelar pada 17 April 2019.

Hal itu dikatakan Tavipiyono setelah menghadiri diskusi di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rabu (5/12/2018).

Tim Gabungan TNI-Polri Temukan 15 Jenazah di Puncak Kabo, Hari Ini Dievakuasi

Untuk mengejar target tersebut, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) menempuh sejumlah upaya. Tujuannya, mempercepat proses perekaman e-KTP.

Seperti diketahui, untuk dapat menggunakan hak pilih dalam Pemilu, pemilih harus masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Hari Ini Gubernur Nonaktif Jambi, Zumi Zola Jalani Sidang Pembacaan Putusan Hakim, Ini Dakwaannya

Sementara itu, syarat untuk didaftar ke dalam DPT adalah memiliki e-KTP. Dengan kata lain, e-KTP merupakan syarat wajib seseorang untuk menggunakan hak pilihnya.

Hal itu sesuai dengan bunyi Pasal 348 ayat 1 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Sejumlah cara yang ditempuh Kemendagri, misalnya, menambah jam kerja jajaran Disdukcapil untuk melakukan perekaman e-KTP.

Tavipiyono mengklaim, akhir pekan dan hari libur nasional digunakan oleh pihaknya untuk melakukan perekaman e-KTP.

Langkah ini dilakukan oleh Disdukcapil dari tingkat kabupaten/kota hingga pusat. Selain itu, Kemendagri juga berupaya melakukan jemput bola ke daerah-daerah yang ditengarai masih banyak penduduk yang belum melakukan perekaman.

"Teman-teman kami saat ini di hampir semua kabupaten melakukan jemput bola ke kecamatan-kecamatan atau juga ke desa-desa, ke pelosok-pelosok," ujar dia.

Disdukcapil juga melakukan pelayanan terintegrasi kepada penduduk. Mereka yang datang ke Kantor Disdukcapil, untuk kepentingan apa pun, akan langsung dipastikan perekaman e-KTP-nya.

Jika ditemukan penduduk yang belum merekam e-KTP tapi sudah memenuhi syarat untuk memiliki e-KTP, maka Disdukcapil akan segera melakukan perekaman.

Terakhir, Disdukcapil juga melakukan kerja sama dengan sejumlah instansi dalam melakukan pendataan penduduk, untuk kemudian dilakukan perekaman. Instansi tersebut misalnya, lapas, rutan, hingga panti-panti. (*)

Berita ii sudah terbit di Kompas.com dengan judul: Perekaman e-KTP 97,33 Persen, Akhir Desember Ditargetkan Selesai

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved