Berita Ekonomi Bisnis

Ini Alasan Bank Indonesia Perpanjang Kantor Kas Titipan di Tiga Daerah di NTT

Bank Indonesia Perwakilan NTT telah memperpanjang kantor kas titipan di tiga daerah di NTT selama dua tahun

Ini Alasan Bank Indonesia Perpanjang Kantor Kas Titipan di Tiga Daerah di NTT
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Naek Tigor Sinaga, didampingi Bupati Belu dan Wakil Bupati Belu menandatangani prasasti Galeri Tenun di Atambua, Senin (3/12/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG, PK -Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT memperpanjang tiga kas titipan yakni di Atambua, Kabupaten Belu, Lewoleba-Kabupaten Lembata dan Waingapu-Kabupaten Sumba Timur.

Perpanjangan ini untuk jangka waktu dua tahun terhitung tanggal 3 Desember 2018 hingga 2 Desember 2020.

Perpanjangan kas titipan Bank Indonesia ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BI Perwakilan Provinsi NTT dengan Bank NTT Cabang Atambua, Bank NTT Cabang Lewoleba dan BRI Cabang Waingapu. Perpanjangan kantor kas di Atambua merupakan perpanjangan yang keempat, kantor kas Lembata merupakan perpanjangan yang ketiga dan di Waingapu merupakan perpanjangan yang kelima.

Manfaatkan Teknologi Komputer, Ini Yang Dilakukan SMPK Citra Bangsa Kupang

Begini Kesaksian Pekerja Yang Selamat Dari Penembakan Sadis KKB Papua, Tangan Diikat Dan Ditembak

Kepala BI Perwakilan Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga dalam rilis dari BI Perwakilan Propinsi NTT yang diterima Pos Kupang, Selasa (4/12/2018), mengatakan, perpanjangan kas titipan BI di tiga daerah itu sebagai upaya Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah.

"Kebutuhan masyarakat dari segi jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan dan nominal yang sesuai, dengan tepat waktu dan dalam kondisi layak edar," katanya.

Saat ini, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT memiliki delapan kantor kas yakni Atambua, Alor, Lembata, Maumere, Ende, Ruteng, Waingapu dan Waikabubak.

Kegiatan lainnya dari BI adalah sosialisasi pengenalan keaslian uang Rupiah kepada para siswa SMA yang hadir dalam kegiatan tersebut. Materi ini disampaikan Joko Sri Hartanto.

Anak TKI yang Ditinggal Bisa Berperilaku Buruk

Joko mengatakan, ada tiga cara untuk mengenal keaslian uang rupiah dapat dilakukan dengan cepat dan mudah yakni dengan mengandalkan indera peraba dan penglihatan yaitu dilihat, diraba dan diterawang. Dan dalam memperlakukan uang kertas rupiah ada 5J yaitu uang kertas jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, jangan dibasahi dan jangan dilipat.

Kegiatan penandatangan perpanjangan kas titipan BI dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyerapan Komoditas Bawang Merah di Klaster Bawang Merah Desa Fatuketi dan Dualaus di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu dalam rangka pengendalian inflasi di Belu.

Nota kerja sama itu ditandatangani oleh Kepala Sub Divre Bulog Belu, Eko Hendrawanto dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Belu, Florianus Nahak. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved