Berita Tamu Kita

Fransiskus Roberto Diogo: Jadikan Sikka Pusat Kegiatan Flores dan Lembata

Berbagai gagasan akan perubahan diimplementasikan dengan kebijakan-kebijkaan strategis.

Fransiskus Roberto Diogo:  Jadikan Sikka Pusat Kegiatan Flores dan Lembata
ist
Fransiskus Roberto Diogo 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Geradus Manyela

POS-KUPANG.COM|KUPANG - BEGITU dilantik, 20 September 2018 oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos,M.Si yang akrab disapa Robi Idong langsung tancap gas.

Berbagai gagasan akan perubahan diimplementasikan dengan kebijakan-kebijkaan strategis. Namun sebelumnya bupati termuda di NTT ini blusukan, turun langsung ke masyarakat melihat langsung kehidupan riil masyarakat untuk diambil solusinya.

Dengan demikian kebijakan yang diambil betul-betul tepat sasaran, tidak sekadar gagah-gagahan, sekadar makan puji. Salah satunya, kebijakan membuka pasar harian terbatas di tempat pendaratan ikan (TPI).

Dana Harnus 2016 Ditilep Rp 600 Juta Lebih, Diduga Melibatkan Oknum Pejabat di Lembata

Robi yang kaya akan ide-ide brilian ini, juga bertekad menjadikan Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka sebagai pusat kegiatan Flores dan Lembata, pusat perdagangan, pusat pendidikan, pusat pelayanan kesehatan, dan lain-lain.

Tentunya ide brilian ini harus diikuti dengan kebijakan- kebijakan strategis sehingga mimpi besar itu dapat menjadi kenyataan. Seperti apa langkah-langkah yang dilakukan Bupati Sikka, Robi Idong? Ikuti wawancara wartawan Pos Kupang, Gerardus Manyella dengan bupati termuda itu di Maumere, ruang kerja, Jumat (9/11/2018)

Anda adalah bupati termuda di Provinsi NTT yang punya visi dan misi brilian membangun Nian Tana Sikka, langkah apa yang telah dilakukan?
Sesuai visi dan misi yang sudah kita pasarkan ke rakyat sehingga kita terpilih dan sekarang harus berkarya. Pemenuhan hak-hak dasar masyarakat Sikka menjadi yang utama. Sikka ini kita mau jadikan pusat kegiatan Flores dan Lembata. Pusat kegiatan pedaganganan, industri pengolahan, jasa dan juga pariwisata. Nanti kita bangun secara besar-besaran untuk orang Flores dan Lembata.

Untuk merealisasikan mimpi besar itu, strategi apa yang Anda lakukan?
Strateginya, pertama kita membangun kerja sama antar daerah, Flores Timur, Lembata, Nagekeo, Ende juga Ngada, yang terdekat ini. Kerja sama misalnya dalam bidang pelayanan kesehatan. RSU TC Hillers ini kita jadikan rumah sakit rujukan regional. Kita akan tingkatkan kualitas pelayanan dan tipenya supaya rujukan-rujukan daratan Flores ini, salah satunya masuk ke RSU TC Hillers Maumere. Kedua bidang perdagangan kita sudah mulai menjadikan Pelabuhan L Say menjadi pelabuhan ekspor. Beberapa izin ekspor dari investor mulai kita garap. Kita sudah mulai berikan izin nanti koordinasi dengan pemerintah pusat. Jadi komoditi kita bukan saja kirim ke Surabaya, Jakarta tapi sudah bisa ke Vietnam. Misalnya jambu mete, jambu mete kebutuhan paling tinggi di Vietnam karena mereka yang mengolah jambu mete dunia untuk dipasarkan ke Eropa. Itu salah satu contoh aspek perdagangan. Kemudian bidang industri pengolahan, kita harus memulai industri pengolahan setengah jadi, misalnya komoditi tanaman perdagangan, coklat, jambu mete, asam, harus diolah walaupun setengah jadi. Itu di Maumere, tapi bahan bakunya kita ambil mulai dari Lembata, Flores Timur, Nagekeo, Ende dan Ngada. Semuanya masuk dan diolah di Maumere supaya harganya baik. Di bidang insdustri, saat ini masyarakat ramai menanam sengon. Ini kita sudah datangkan investor Mustika Tama yang akan bergerak di Flores untuk mendirikan pabrik kayu lapis tapi masih dalam bentuk setengah jadi. Semua masyarakat yang menanam sengon pemasarananya di Maumere.

Ditetapkan 42 CPNS di Kabupaten Kupang yang Lolos SKD

Kabupaten Sikka juga memiliki potensi pariwisata yang mumpuni. Apa yang akan Anda lakukan untuk mengeksplor potensi pariwisata yang dimiliki?
Di bidang pariwisata, Sikka punya obyek dan daya tarik wisata tapi sebenarnya Flores mempunyai satu kesatuan. Jadi kita terapkan Flores Over Land jadi pintu masuk keluarnya pariwisata Flores, salah satunya Maumere, selain Labuan Bajo. Jadi orang masuk Maumere dapat menikmati banyak obyek wisata. Strateginya lapangan udara Frans Seda kita tingkatkan, perlebar dan perpanjang jadi bisa didarati pesawat yang lebih panjang dan berbadan lebar sehingga penumpangnya bisa 300- 400 orang jadi harga tiketnya menjadi murah. Kalau harga tiket murah berarti peminatnya lebih baik lagi. Untuk itu pemerintah menjajaki kerja sama dengan maskapai penerbangan. Banyak maskapai yang berminat, salah satunya Garuda yang menerbangkan pesawat ATR 72 Seri 600. Kenapa tidak terbangkan Boeing? Karena alasan keselamatan. Bandara ini runway street baru 30 meter, rumput pinggir kiri dan kanan bandara harus 70 meter, itu baru cukup nyaman. Jadi kita harus menyiapkan itu dan perpanjang sampai ke laut, itu sudah cukup. Dengan demikian otomatis pesawat berbadan panjang akan mendarat juga di Maumere. Kita perlu kembalikan Maumere ke masa jayanya, pernah paling unggul untuk transportasi udara di Flores.

Selama ini sampah menjadi momok yang kurang berkesan bagi tamu yang datang mengunjungi Maumere. Apa yang Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini?
Kami akui sampah menjadi momok yang kurang elok baik bagi pihak luar yang datang ke Kota Maumere maupun warga kota ini dalam hidup keseharian. Setelah kami dilantik, kami langsung turun ke lapangan memotivasi ASN, para lurah, RT, RW dan warga untuk bergotong-royong membersihkan sampah yang berserakan, yang menebarkan bau tak sedap. Itu kita lakukan setiap minggu dan kami telah menggalakkan gerakan Jumat Bersih. Masalah sampah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tapi menjadi tanggung jawab kita semua. Untuk itu saya mengajak semua warga membiasakan diri hidup bersih mulai dari pekarangan rumah dan lingkungan sekitar, membiasakan diri untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat dan kami mulai menyiapkan tempat sampah yang memadai, menata kembali armada sampah, Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Semua bermuara menciptakan Kota Maumere yang bersih dan berseri. Dengan demikian setiap tamu yang datang ke Kota Maumere terkesan dan terus mengajak sahabat, kenalanan untuk terus datang ke Kota Maumere. Kami yakin setiap tamu yang datang membawa berkat, membawa rezeki bagi masyarakat, bagi kita semua.

Bank Indonesia Perpanjang Kas Titipan di Atambua

Halaman
12
Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved