Berita Manggarai Barat Terkini

Kepala Badan Karantina Ikan Ingatkan Petugasnya Tidak Boleh Ada Penjualan Koral

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan mengingatkan petugasnya Tidak Boleh Ada Penjualan Koral

Kepala Badan Karantina Ikan Ingatkan Petugasnya Tidak Boleh Ada Penjualan Koral
ISTIMEWA
Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, DR. Ir. Rina, M.Si, saat memantau kantor baru Wilker Labuan Bajo, Senin (3/12/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan DR. Ir. Rina, M.Si, mengingatkan petugasnya untuk lakukan pembinaan kepada masyarakat nelayan serta pengawasan agar tidak boleh terjadi jual beli koral atau karang.

"Lakukan pembinaan nelayan. Sekarang tidak diizinkan lalu lintas koral karena bisa menyebabkan berkurangnya rumah ikan. Tidak boleh ada lagi yang menjual koral. Sehingga Hiu, Parimata dan ikan-ikan lainnya tetap ada dan jadi penggerak ekonomi masyarakat," kata Rina saat peresmian gedung kantor wilker Labuan Bajo, stasiun karantina hewan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan. Acara itu berlangsung, Senin (3/12/2018).

Hadir pada saat itu Bupati Manggarai Barat (Mabar) Agustinus Ch Dula, Wakil Bupati Maria Geong, kepala stasiun karantina ikan Bima Ridwan serta para undangan.

Waspada! Bulan Desember 2018 Inflasi NTT Diprediksi Meningkat, Trend Harga Kebutuhan Mulai Naik

Bupati Agustinus saat itu berterima kasih atas kehadiran kantor wilker Labuan Bajo, stasiun karantina hewan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan.

Polandia Jajaki Kerja Sama dengan NTT Bidang Kelautan dan Pertanian

"Potensi ikan kami cukup banyak. Ada lobster, gurita, hiu, parimata, napoleon, salmon, juga ada kura-kura. Kami sering mendapatkan orang menangkap ikan-ikan yang dilarang, lalu kami mengambilnya dan melepaskan lagi," kata Agustinus.

Menurutnya, potensi ikan di Labuan Bajo turut meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Labuan Bajo.

"Ikan-ikan menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan. Orang-orang bisa diving berbarengan dengan ikan. Sekarang di Gili Lawa Ikan Hiu bisa berenang bersama wisatawan yang snorkeling, juga Ikan Parimata," kata Agustinus.

Sejumlah ikan itu, kata dia, harus dijaga agar tidak punah. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved