Berita Kabupaten Nagekeo Terkini

Yohanes Sebut Pembangunan Rumah MBR di Desa Woedoa Mencapai 80 Persen

Kepala Desa Woedoa, Yohanes Dhalu, mengatakan pembangunan rumah MBR di Desa Woedoa mencapai 80 persen

Yohanes Sebut Pembangunan Rumah MBR di Desa Woedoa Mencapai 80 Persen
ISTIMEWA
Kepala Desa Woedoa, Yohanes Dhalu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Kepala Desa Woedoa, Yohanes Dhalu, mengatakan, pembangunan rumah bantuan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus dari Dinas Perumahan dan Permukiman kabupaten Nagekeo di Desa Woedoa Kecamatan Nangaroro tahun anggaran 2018 sebanyak 50 unit saat ini telah mencapai 80 persen.

Yohanes Dhalu menjelaskan, pelaksanaan pembangunan Rumah yang merupakan bantuan pemerintah pusat bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sejauh ini secara fisik sudah mencapai 80 persen.

Rata-rata secara fisik bangunan sudah selesai Kap, tapi kendala yang dihadapi adalah warga masih menunggu pengerjaan kayu kuda - kuda untuk pengatapan.

Ini Jumlah TKI Asal Nagekeo yang Bekerja di Luar Negeri

Pengerjaan rumah bantuan pemerintah bagi masyarakat dilaksanakan secara gotong royong. Ada warga yang telah menyelesaikan pembangunan dan ada sebagian yang sudah rata Kap dan menunggu pengerjaan kayu.

Dengan waktu tersisa, dirinya sebagai pemerintah desa yang terdekat dengan rakyat akan berusaha semaksimal mungkin.

UKM Jurnalistik Wadah Pelatihan Menulis untuk Mahasiswa

"Sebagai kepala desa, kami terus melakukan koordinasi dan pengawasan serta mendorong masyarakat agar pembangunan rumah bantuan ini bisa sukses dan selesai sesuai dengan harapan pemerintah," ungkap Yohanes, kepada POS KUPANG.COM, di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Minggu (2/12/2018).

Kepala Desa Anis, demikian sapaan akrabnya, mengatakan memang tidak mudah saat kita berhadapan dengan masyarakat.

Pemerintah kabupaten diharapkan agar bisa memahami keadaan ini. Masyarakat dengan berbagai kesibukan dan banyak urusan kemasyarakatan, butuh kesabaran dan pemerintah bisa memahami secara baik kehidupan yang terjadi di desa.

"Kadang rencana tidak terlaksana karena ada berbagai hal yang dilakukan di desa yang membutuhkan keterlibatan masyarakat. Sebentar ada kematian, sebentar ada urusan nikah atau sambut baru, belum lagi urus agama, urus sekolah dan lain sebagainya yang membutuhkan keterlibatan masyarakat yang orangnya juga sama," ungkap Anis.

Halaman
123
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved