Berita NTT Terkini

Wagub Sebut Kenaikan Harga Sembako Di Kupang Dalam Batas Wajar

kenaikan harga bahan kebutuhan pokok (sembako) di Kupang, NTT masih wajar. Meaki demikian, kenaikan itu tidak boleh dibiarkan terus berlanjut.

Wagub Sebut Kenaikan Harga Sembako Di Kupang  Dalam Batas Wajar
POS KUPANG.COM/ADIANA AHMAD
Wagub NTT, Yosep Naesoi (kedua dari kiri) memimpin rakor pangan di Hotel Aston Kupang, Jumat (29/11/2018 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, KUPANG--Wakil Gubernur NTT, Yosep Naesoi mengatakan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok (sembako) di Kupang, NTT masih wajar. Meaki demikian, kenaikan itu tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. 

"Harus segera dikendalikan baik stok, distribusi maupun harga," kata Wagub Naesoi dalam Rapat Koordinasi Daerah  Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga  Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal dan Tahun Baru 2018/2019 di Hotel Aston Kupang, Jumat (29/11/2018).

Naesoi mengatakan, dengan kenaikan harga yang ada menjadi tugas bersama untuk mengeliminir hal-hal yang  terjadi di pasar agar harga bisa dikendalikan. Dikatakan Naesoi,  di Indoneaia memang  diberi kebebasan pasar. Tapi bukan pasar bebas. "Kebebasan pasar  terkendali. Pemda, BI, Perdagangan dan Direskrim Polda perlu koordinasi, Integ rasi dan sinkronisas agar hal negatif yang terjadi di pasar bisa dikurangi," imbau Naesoi.

Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan RI, Dody Edward mengatakan, 39, 9 persen Wilayah Indonesia  termasuk NTT merupakan wilayah   kering. Kondisi ini akan berdampak pada kekurangan pangan.  Karena itu  perlu perhatian khusus.

Dody mengungkapkan, ada 15 propinsi  yang perlu mendapat perhatian khusus  karena berpotensi mengalami kekurangan pangan. Daerah-daerah itu antara lain; Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, NTT, Maluku, Papua, Bali dan NTB.

Dodi mengatakan,  harga kebutuhan pokok pada bulan November 2018 masih stabil dan cenderung turun. Hanya beberapa komoditi seperti cabe dan bawang merah yang mengalami kenaikan harga. “Khusus untuk cabe, tinggal dikoordinasi dengan daerah yang surplus untuk menutup kekurangan stok di Kupang. Daging ayam ras juga mengalami kenaikan namun tidak seberapa,”  ungkap Dodi.

Dikatakan Dody, selain cabe, harga beras juga ada kenaikan. Ada 22 kota yang mengalami kenaikan harga beras. Tapi di Kupang, katanya, harga beras masih relative stabil.

Menurut Dodi, kenaikan harga cabe maupun beras akan berdampak pada inflasi. Namun dalam beberapa tahun terakhir, inflasi relative terkendali dan berada di bawah target nasional.  “Inflasi masih berada di bawah 3,5 persen.  Artinya, harga-harga masih stabil karena pasokan, distribusi lancar,” demikian Dodi

Deputi Bank Indonesia Provinsi NTT, Muhammad Syahrial mengatakan,  ada potensi inflasi di akhir tahun karena kenaikan beberapa komiditi.  Karena itu, Syahrial mengatakan, perlu langkah-langkah antisipasi yakni; pembentukan satgas waspada inflasi akhir tahun,  kerja sama antar daerah/ antar wilayah,  pasar murah,  atau operasi pasar,  pengaturan jadwal tanam tanaman hortikultura.

Halaman
12
Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved