Berita Kabupaten TTU Terkini

Ini Curahan Hati Tiga Pemilik Rumah yang Menjadi Korban Banjir di TTU

Antonius Amtonis mengungkapkan, saat kejadian dirinya bersama anggota keluarga lainnya tidak berada di tempat.

Ini Curahan Hati Tiga Pemilik Rumah yang Menjadi Korban Banjir di TTU
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Pemilik rumah bersama warga lainnya saat berupaya mengamankan sejumlah barang yang hanyut terbawa banjir di Bantaran Kali Noemeto, Sabtu (1/12/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Salah satu dari tiga pemilik rumah yang menjadi korban banjir di Kabupaten TTU, Antonius Amtonis mengungkapkan, saat kejadian dirinya bersama anggota keluarga lainnya tidak berada di tempat.

Dirinya baru mengetahui bahwa rumahnya diterjang banjir justru dari warga yang memberitahukan kepadanya. Mendengar informasi itu, Antonius langsung kembali ke rumahnya.

Tak disangka, seluruh isi rumah Antonius terbawa banjir. Bahkan hewan ternak seperti babi, dan beberapa surat berharga miliknya juga ikut terbawa banjir.

Begini Kronologis Seluruh Isi Rumah di TTU Terseret Banjir

"Semua banjir bawa. Pakaian, peralatan dapur, makanan, saya punya ijasah juga kena pikul bawa termasuk babi dua ekor juga saya tidak bisa selamatkan," kata Antonius kepada POS- KUPANG.COM, Sabtu (1/12/2018).

Antonius mengaku, saat ini, dirinya hanya memikir anak-anaknya yang masih kecil. Sebab, seluruh pakaian mereka hanyut terbawa banjir.

Tunjangan Kepala Sekolah di Nagekeo Dinilai Sangat Kecil, Ini Jumlahnya

Dirinya berharap, ada uluran tangan dari pemerintah dan pihak manapun untuk membantu meringankan beban yang dialaminya.

"Saya hanya ingat saya punya anak-anak yang masih kecil, semua pakaian kena pikul, kalau bisa ada yang bantu kami," ujarnya penuh harap.

Salah seorang warga lainnya yang juga menjadi korban banjir di TTU, Sisilia Bubu mengaku, dirinya terpaksa harus tinggal untuk sementara waktu di kos-kosan.

Sebagai seorang janda, Sisilia berharap, ada uluran tangan dari berbagai pihak agar bisa mendirikan rumah seadanya, sehingga bisa ditempati bersama anak-anaknya.

"Saya berharap, kalau bisa ada yang bantu kami untuk buat rumah biar kecil saja untuk saya dengan anak-anak tinggal, untuk sementara saya terpaksa harus tinggal di kos dulu," ujar Sisilia. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved