Berita Kota Kupang Terkini

Penderita ODHA, Kami Belum Dapat Akses Dunia Kerja yang Baik

Penderita ODHA di NTT saat ini juga belum mendapatkan akses dunia kerja yang baik.

Penderita ODHA, Kami Belum Dapat Akses Dunia Kerja yang Baik
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Suasana kegiatan Run For World AIDS Day di halaman Kantor Gubernur NTT Jalan El Tari Kota Kupang, Sabtu (1/12/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Selain menghadapi tembok stigma dan diskriminasi masyarakat tentang Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang berada di NTT, penderita ODHA saat ini juga belum mendapatkan akses dunia kerja yang baik.

Hal itu disampaikan salah seorang ODHA di Kota Kupang kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (1/12/2018) di sela kegiatan Run For World AIDS Day di halaman Kantor Gubernur NTT Jalan El Tari Kota Kupang.

Pria yang positif mengidap HIV pada tahun 2010 silam ini berharap melalui momentum World AIDS Day (Hari AIDS Sedunia) pemerintah tidak sebatas mengadakan kegiatan yang bersifat ceremonial belaka, akan tetapi melakukan tindakan untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan dan kesehatan orang penderita HIV dan AIDS di Provinsi NTT.

SMANSA Maumere Luncurkan Logo Panca Windu

"Saya melihat bahwa peluang pekerjaan masih tertutup bagi kami, oleh karena itu dengan momentum hari ini pemerintah sudah paham dan ke depannya kami diperlakukan sama dengan masyarakat yang lain sehingga bisa menikmati akses layanan di daerah ini baik untuk mencari kerja maupun kami yang ingin buka usaha tidak ada lagi yang menghambat kami untuk kami bisa bekerja dengan baik," katanya.

Emil Hurek Sebut Akar Stigma dan Diskriminasi ODHA Adalah Ketidaktahuan Masyarakat

Pria yang selama ini eksis bergerak dalam pendampingan dan pemberdayaan ekonomi bagi orang-orang penderita HIV/AIDS, penderita TBC dan Profesi PSK di NTT menjelaskan, ODHA jangan diberikan stigma dan diskriminasi akan tetapi harus diberikan oerhatiay dan pendampingan.

"Sebagai ODHA tentunya saya berbangga karena dengan perjuangan kami selama ini mampu mendorong masyarakat baik itu pengetahuan dan kepedulian sehingga mereka bisa terlihat dalam kegiatan-kegiatan seperti ini," katanya.

"Lebih daripada itu, ada hal-hal positif yang mereka buat untuk kita baik dalam doa maupun pelayanan-pelayanan, itu yang menjadi kekuatan bagi kami untuk tetap hidup karena kami dulunya merasa kami sendiri tapi dengan adanya banyak orang ini kami merasa tidak sendirian," tambahnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah, lebih khusus Pemerintah Kota Kupang yang memberikan perhatian khusus bagi ODHA di Kota Kupang melalui program Warga Peduli AIDS.

"Pemerintah Kota Kupang aktif dalam mendorong masyarakatnya dalam penanggulangan HIV AIDS yaitu adanya warga peduli AIDS di 51 Kelurahan di Kota Kupang ini," katanya. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved