Berita Kota Kupang Terkini

Emil Hurek Sebut Akar Stigma dan Diskriminasi ODHA Adalah Ketidaktahuan Masyarakat

Emil Hurek mengatakan, akar persoalan dari stigma dan diskriminasi ODHA adalah ketidaktahuan dan kesadaran masyarakat

Emil Hurek Sebut Akar Stigma dan Diskriminasi ODHA Adalah Ketidaktahuan Masyarakat
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Suasana kegiatan Run For World AIDS Day di halaman Kantor Gubernur NTT Jalan El Tari Kota Kupang, Sabtu (1/12/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pendamping Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dari Yayasan Flobamora Suport, Emil Hurek mengatakan, akar persoalan dari stigma dan diskriminasi ODHA adalah ketidaktahuan dan kesadaran masyarakat terkait informasi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut, Sabtu (1/12/2018).

"Dari hasil pendamping kami, kami menarik akar persoalan stigma dan diskriminasi ODHA adalah ketidaktahuan. Sebab jika mereka tahu maka tidak akan ada stigma negatif dam diskriminasi," ungkapnya ketika ditemui POS-KUPANG.COM disela kegiatan Run For World AIDS Day di halaman Kantor Gubernur NTT Jalan El Tari Kota Kupang.

Dia menjelaskan, semua komponen masyarakat dan unsur pemerintahan sangat diharapkan intensif menyebarluaskan informasi yang benar terkait para ODHA dan penanggulangan.

Pemuda Ansor NTT Ajak Pemuda Malaka Kawal NKRI

"Jangan dengar sedikit-sedikit lalu disebarkan menakut-nakuti orang lain, kalau mereka sebarkan informasi yang benar, saya yakin teman-teman ODHA akan membuka diri termasuk menjadi ujung tombak Penanggulangan HIV/AIDS di daerah ini," tegasnya.

Sebagai satu lembaga yang telah eksis selama 14 tahun dalam pendampingan ODHA, Emil menjelaskan, salah satu tujuan utana lembaganya adalah penghapusan stigma ODHA sehingga mereka dapat diterima dan diperlakukan sama di tengah keluarga dan masyarakat.

Kapolsek Laenmanen Pimpin Anggota Tanam Jagung Hibrida

"Karena mereka tidak akan menularkan kepada siapapun. Apalagi penularannya susah, harus melalui hubungan seks dulu. Masa dia (ODHA) terinfeksi dalam keluarga dan dia berhubungan seks dengan seisi keluarga? Kan itu tidak mungkin dan harus ada transfusi darah dan melalui jarum suntik. Kan tidak mungkin dia tusuk sana tusuk sini," katanya.

"Jadi terimalah mereka, karena dengan penerimaan itu mereka akan kuat dan dapat melakukan sesuatu sebab mereka juga ingin berguna bagi keluarga, bangsa dan negara," tambahnya.

Dalam hari AIDS Sedunia ini, mewakili komunitas ODHA, pihaknya berharap para ODHA diterima diterima dengan baik oleh masyarakat dan dan diberikan kesempatan untuk terlibat dalam pembangunan. Terlebih dalam mengakses pekerjaan dalam instansi pemerintahan dan lembaga lainnya.

"Instansi manapun jangan mengucilkan teman-teman ODHA seketika mereka mencari pekerjaan di instansi pemerintah manapun. Jangan pakai syarat tes kesehatan dan segala macamnya, mereka sudah sakit butuh uang tapi tidak ada pekerjaan," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved