Berita Kota Kupang Terkini

Dinas Pertanian Diminta Fokus Pada Petani Hortikultura dan Rumah Transit Hewan

Dinas Pertanian Kota Kupang diminta untuk fokus pada petani hortikultura dan rumah transit hewan.

Dinas Pertanian Diminta Fokus Pada Petani Hortikultura dan Rumah Transit Hewan
Pos Kupang/Hermina Pello
Daniel Hurek 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dinas Pertanian Kota Kupang diminta untuk fokus pada petani hortikultura dan rumah transit hewan.

Hal ini disampaikan Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Kupang, Daniel Hurek, pada Sidang Banggar, Jumat (30/11/2018).

Daniel menyampaikan perubahan anggaran Pemerintah Kota sudah menjawab secara eksplisit keberpihakan pada petani hortikultura yang di beberapa titik harus dibantu dengan intervensi anggaran.

Ditanya Wisman Batal ke TNK karena Tarif Naik, Begini Tanggapan Gubernur Laiskodat

Misalnya, di Gereja Bethel Maulafa yang telah menjadi inspirator dan motivator urusan holtikultura organik dan beberapa tempat lainnya.

Intervensi yang bisa dilakukan Dinas Pertanian, kata Daniel, berupa penyediaan air, yang membutuhkan dana besar.

KPAD Malaka Sosialisasi HIV/AIDS ke Sekolah

Di wilayah Labat, para petani hortikultura memperkuat ketersediaan air guna meningkatkan produktifitas pertanian. Apalagi penggunaan pupuk sudah bergeser dari pupuk kimia ke pupuk organik.

"Para petani ini bisa dibantu dengan sumur bor. Bilai satu sumur bor Rp 100 juta, lima sumur baru Rp 500 juta. Uangnya ada, tinggal kemauan untuk membantu saja. Karena kelompok sudah ada," ujarnya.

Sementara itu, Linvingston Ratu Kadja
menyoroti soal ternak yang masuk dari setiap kabupaten yang dimana kota Kupang menjadi transit.

"Pertahun 6-70.000 sapi yang ditampung di kota Kupang. Coba merancang Ranperda terkait ternak yang masuk di kota Kupang. Kita bisa ambil keuntungan sebagai daerah transit, kalau dirancang secara baik dengan payung hukum yang ada," ujarnya.

Oleh karena itu pada 2019, Dinas Pertanian harus dimulai dari perencanaan petani hortikultura dan rumah transit hewan.
Anggota Banggar, Juven Tukung, meminta agar dinas mempunyai data rill luas lahan dan jumlah petani, sehingga nilai rupiah bisa ukur.

Dinas juga harus bersinergis dengan dinas pertanahan dan tenaga kerja dalam hal pelatihan dan bantuan-bantuan yang diberikan.
"Kita harus dorong perda di lahan-lahan yang ada di kota Kupang. Kalau tidak lahan akan habis," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Hendrik Saba menjelaskan bahwa saat ini Pemkot tidak mempunyai data rill lahan pertanian yang ada di Kupang. Karena sangat sulit untuk itu. Namun terdata ada 219 kompok peternakan, hortikultura dan tanaman pangan.

"Tahun ini bersama Bapeda akan merancang perda tentang lahan-lahan pertanian yang bisa dipertahankan sehingga tidak terjadi alih fungsi lahan," ujarnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved