Tiga Alasan Asita Mabar Keberatan dengan Rencana Gubernur Naikkan Biaya Masuk ke Komodo

Padahal sebelumnya, lanjut Donatus, sejumlah wisatawan itu sudah menghubungi dan memesan beberapa travel agent

Tiga Alasan Asita Mabar Keberatan dengan Rencana Gubernur Naikkan Biaya Masuk ke Komodo
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat tiba di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo, Kamis (11/10/2018). 

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO -Rencana Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menaikkan biaya masuk bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Taman Nasional Komodo (TNK) menjadi 500 dolar AS atau sekitar Rp 5 juta per orang ditanggapi Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Ketua Pelaksana Asita Kabupaten Mabar, Donatus Matur mengatakan, anggota Asita sudah membahas dalam rapat yang berlangsung, Kamis (29/11/2018). Menurutnya, ada keluhan dari travel agent tentang sejumlah wisatawan mancanegara yang berencana batal berwisata ke Labuan Bajo tahun 2019.

Padahal sebelumnya, lanjut Donatus, sejumlah wisatawan itu sudah menghubungi dan memesan beberapa travel agent di Labuan Bajo berkaitan dengan wisata mereka ke TNK tahun depan.

"Ada tiga poin yang kami sepakati berkaitan dengan rencana pemerintah provinsi untuk menaikan tarif kunjungan wisatawan manca negara ke TNK," kata Donatus saat ditemui Kamis siang.

Ramalan Zodiak Malam ini - Libra Tergoda untuk Menyerah, Gemini Lepas Kendali. Scorpio?

Inilah 6 Drama Korea yang Dibintangi Shin Won Selain Drakor Legend of The Blue Sea

Semua Yang Keren dan Baik Ada Pada RM BTS, Lalu Kekurangannya Apa Sih?

Pertama, menimbulkan keresahan bagi pengelola biro perjalanan karena banyak tamu manca negara yang terancam batal berwisata ke TNK. Kedua, dapat mempengaruhi kinerja travel agent yang berdampak pada pengurangan atau pemecatan karyawan karena kurangnya kunjungan wisatawan ke TNK.

Ketiga, bertolak belakang dengan upaya Asita dan pemerintah pusat bersama pemerintah Mabar mempromosikan TNK sebagai kawasan muda terjangkau dan biaya untuk menikmati wisata alam yang indah dan unik karena keberadaan binatang langka komodo. "Penjualan paket wisata akan turun dengan rencana pemerintah provinsi itu," katanya.

Pemprov NTT juga berencana mengambil alih pengelolaan TNK. Selama ini TNK dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai TNK.
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, secara perinsip, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar sudah menyetujui pengambilalihan pengelolaan kawasan TNK oleh Pemprov NTT.

Menurut Viktor, sekarang sedang dalam proses pembicaraan dengan pemerintah pusat.

"Sekarang sedang dalam proses pembicaraan dengan pemerintah pusat. Ibu menteri secara perinsip sudah menyetujui, tinggal tim teknis dan administrasi," kata Viktor di Labuan Bajo, Kamis (29/11/2018).

Menurut Gubernur Viktor Laiskodat, pengelolaan TNK membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Viktor hadir di Labuan Bajo untuk peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Tinggi Pariwisata Cemara Laut di Nggorang.Viktor datang bersama Wakapolda NTT Brigjen Pol Johni Asadoma dan Kepala Badan Intelijen Daerah NTT, Brigjen TNI Adrianus S. A Nugroho.

Halaman
123
Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved