Berita Manggarai Barat Terkini

Ditanya Korban Serangan DBD, Dinkes Manggarai Barat Bilang Belum Terima Laporan Terbaru

Dinkes Kabupaten Manggarai Barat belum mendapatkan laporan terbaru tentang adanya korban tambahan dari serangan demam berdarah dengue (DBD).

Ditanya Korban Serangan DBD, Dinkes Manggarai Barat Bilang Belum Terima Laporan Terbaru
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Kepala Dinas Kesehatan Mabar dr. Imaculata Veronika Djelulut 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), belum mendapatkan laporan terbaru tentang adanya korban tambahan dari serangan demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Mabar, dr. Imaculata Veronika Djelulut, menyampaikan bahwa pada Kamis (29/11/2018) bisa saja ada korban baru tetapi pihaknya belum mendapat laporan.

"Belum ada laporan terbaru pada hari ini. Mungkin saja ada tetapi belum melaporkan ke kami," kata Imaculata.

Julianto: Orangtua dan Guru Jangan Bilang Anak atau Murid Goblok

Informasi yang dihimpun POS- KUPANG.COM, ada satu lagi warga yang menjadi korban serangan DBD di Labuan Bajo sebagai kota pariwisata itu.

Sebelumnya diberitakan, serangan DBD di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), menyebabkan tiga orang warga meninggal dunia.

Sebelum Natal, Jembatan Waima Sudah Bisa Digunakan

Tiga orang korban, terdiri dari dua orang di Kecamatan Komodo dan satu orang di Boleng.
Untuk di Kecamatan Komodo terjadi pada awal November 2018 dan di Boleng pada Oktober 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Mabar, dr. Imaculata Veronika Djelulut, membenarkan itu saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Rabu (28/11/2018).

"Ada tiga orang yang meninggal dunia akibat serangan DBD. Sedangkan jumlah total kasus DBD hingga tanggal 25 November 2018, menyerang sebanyak 187 orang," kata Imaculata.

Dijelaskannya, korban yang meninggal dunia pada Bulan Oktober 2018 berusia 16 tahun. Sedangkan dua orang yang meninggal awal November berusia 7 bulan dan 3,9 tahun.

Dari 187 orang itu kata dia, sebanyak 184 sudah dan sedang dirawat, ada yang sudah pulang ke rumahnya dan ada yang masih dirawat. Sedangkan 3 orangnya meninggal dunia.

Dia menjelaskan, 187 kasus tersebut terdiri dari 20 kasus pada Bulan September; 42 kasus pada Oktober dan November sampai tanggal 25 terdapat 125 kasus atau mengalami peningkatan.
Kasus DBD paling banyak kata Imaculata terjadi di wilayah kerja Puskesmas Labuan Bajo yaitu 133 orang.

Paling banyak kedua di wilayah kerja Puskesmas Terang Boleng, sebanyak 14 orang.
Selanjutnya di wilayah kerja Puskesmas
Benteng Kecamatan Komodo sebanyak 13 orang.

"Kasus serangan DBD yang lainnya terjadi di wilayah kerja Puskesmas Rekas Kecamatan Mbeliling, sebanyak lima orang. Di Puskesmas Wae Nakeng Lembor satu orang. Kuwus juga satu orang," kata Imaculata. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved