Berita Kabupaten Sikka

Kabupaten Sikka Masih Kekurangan PNS! Tahun  Depan 290 PNS Pensiun

43 peserta yang telah lulus ambang batas nilai seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS meliputi sembilan orang guru, 30 tenaga kesehatan dan

Kabupaten Sikka Masih Kekurangan PNS! Tahun  Depan 290 PNS Pensiun
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Kepala  BKD  Sikka, Matha   Huberty Pega  (menghadap mikrofon)  dalam pertemuan dengan Komisi  I  DPRD  Sikka  di  Kota Maumere, Pulau  Flores, Propinsi NTT,  Senin  (26/11/2018).   

 Laporan   Wartawan   Pos-kupang.com, Eginius  Mo’a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE—Aparatur Sipil  Negara (ASN) Kabupaten Sikka di Pulau  Flores, Propinsi NTT memasuki  usia pensiun setiap tahun semakin banyak. Jumlah    ASN    yang pensiun itu  tak sebanding dengan formasi penerima  CPNS.

Tahun  2018 sebanyak  210   PNS pensiun,  tiga  orang  pensiun dini  mengikutiCaleg.  Tahun  2019, sebanyak  290  PNS  pensiun,  dominan  guru dan  tenaga kesehatan.

“Saya  dapat  informasi   hampir semua  SKPD kekurangan PNS,” kata    Kepala BKD  Sikka, Martha  Huberty  Pega,  dalam  rapat  dengan  Komisi  1  DPRD Sikka di  Kantor DPRD  Sikka, Senin  (26/11/2018).

Baca: Bupati Kamelus !Pemprov NTT Sudah Survey Jalan Ruteng-Iteng

Baca: Perengkingan CPNS di TTS ! Ternyata  Belum Ada Informasi dari Panselnas

Dikatakanya  43  peserta yang  telah lulus  ambang batas  nilai  seleksi kompetensi  dasar (SKD)  CPNS meliputi  sembilan orang guru,  30  tenaga kesehatan dan  empat orang tenaga teknis lainnya dari alokasi formasi  143 peserta. Sisanya   yang  tidak  memenuhi    ‘passing  grade’  masih menunggu perangkingan  ditetapkan oleh BKN.

“Kita  tidak  punya   petugas kebersihan, penjaga  sekolah  dan  sopir. Sya coba usul tetapi ditolak.  Harapanya mungkin kepada pegawai  pemerintah dengan perjanjian kerja   (P3K)  untuk  mengakomodir   tenaga  honor berusia   35  tahun ke atas,” kata Martha. 

Ia mewanti-wanti ke  depan  banyak staf  yang bekerja di kantor.  Kepala kantor harus  bisa  melakukan pekerjaan  staf.

“Kepala   harus bisa operasikan komputer  sendiri,  ketik  surat dan lipat sendiri. Kepala  harus mampu mengerjakan pekerjaan staf,”  imbuh Martha. *)

 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved