Berita Ekonomi Bisnis

Dinas Perindag Kota Kupang Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga Sembako Jelang Natal

Menjelang Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Disperindag Kota Kupang akan terus melakukan pengawasan terhadap sembako

Dinas Perindag Kota Kupang Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga Sembako Jelang Natal
Pos Kupang/Mari A.E. Toda
Kepala Dinas Perdagangan Kota, Yeri Padji Kana 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG- "Agar tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan dan merugikan masyarakat, terutama bagi umat yang merayakan natal," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kupang,Yeri Padji Kana di Kupang, Jumat (23/11/2018).

Selain itu, kata Yeri, Disperindag juga akan berkoordinasi dan melaporkan rencana ini ke Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore agar bisa turun bersama ke lokasi-lokasi pasar yang menjadi target atau sasaran operasi.

"Kami juga akan menjamin dan memastikan bahwa semua bahan makanan ini tersedia dan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Kami juga terus mengawasi agar bahan makanan tidak terjadi penimbunan atau sengaja disimpan oknum tertentu. Kami memastikan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi, terutama di masa perayaan Natal dan Tahun Baru," ujarnya.

Baca: Martin Bahagia Bisa Dapat Hadiah ke Singapura dari XL

Baca: Ini Yang Dikatakan Pelanggan XL Mengenai Jaringan 4G di Kota Kupang

Rencana operasi ini, kata Yeri, akan dilakukan pada awal Desember 2018, sehingga mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini juga sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah Kota Kupang untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat agar bisa merayakan hari raya Natal dengan nyaman.

Dalam operasi ini, ujarnya, pihaknya juga akan bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kupang.

"Kerja sama ini dilakukan agar bila kedapatan ada barang yang telah melewati batas konsumsi, maka akan langsung disita dan dimusnahkan," katanya
Operasi pasar ini dilakukan juga untuk menjamin barang-barang yang beredar di masyarakat.

Baca: Pastor dan Pendeta di NTT Sudah Lama Jadi Guru, Pemerintah Tidak Peduli Nasib Guru

Menurut Yeri, Disperindag Kota Kupang akan segera melakukan pemeriksaan di semua pasar dan toko-toko. Tujuannya untuk mencegah agar barang-barang yang kadaluwarsa atau sudah melewati masa konsumsi tidak lagi dijual dan beredar di masyarakat, karena akan membahayakan konsumen

"Khususnya pada barang dalam keadaan terbungkus (BDKT) dan sembako lainnya yang perlu diawasi. Agar masyarakat dapat mengkonsumsi barang yang aman dan tidak membahayakan," jelasnya.

Baca: Fraksi Partai Demokrat Minta Perhatian Pemprov Soal Hak-hak Ulayat Masyarakat Adat

Yeri menyebutkan, barang-barang yang dikonsumsi masyarakat harus aman dan terjamin, contohnya masa kadaluwarsa. Menurutnya, satu bulan sebelum tanggal kadaluwarsa barang-barang tersebut sudah harus dikonsumsi dan jika sudah lewat, maka harus ditarik dari pasaran.

"Biasanya di supermarket besar. Jika sudah mendekati masa kadaluwarsa maka barang-barang tersebut sudah didiskon besar-besaran dan jika sudah lewat, maka akan ditarik dari pasaran," ujarnya.

Saat operasi nanti, para distributor akan diingatkan, apabila ada barang yang sudah mendekati masa kadaluwarsa. "Jika kedapatan ada yang sudah lewat, maka akan disita dan dimusnahkan, dan akan diserahkan ke BPOM," tegasnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved