Berita Regional Terkini

AirAsia Buka Rute Lombok-Perth dan Lion Air dari Guangzhou-Lombok

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menjalin kerja sama dengan maskapai AirAsia untuk membuka rute penerbangan Perth, Australia ke Lombok

AirAsia Buka Rute Lombok-Perth dan Lion Air dari Guangzhou-Lombok
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI
Sejumlah warga bermain Perisaian di Dusun Adat Ende, Desa Sengkol, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (17/11/2018). Dusun adat Ende merupakan salah destinasi wisata budaya di Lombok Tengah yang menyuguhkan wisata kehidupan masyarakat adat Sasak lengkap dengan atraksi budaya tradisional seperti musik tradisional Genggong, Gendang Beleq, dan Perisaian. 

POS-KUPANG.COM | MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menjalin kerja sama dengan maskapai AirAsia untuk membuka rute penerbangan Perth, Australia ke Lombok mulai Februari 2019.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah di Mataram, Jumat (23/11/2018), mengatakan pembukaan penerbangan langsung Perth-Lombok itu, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke destinasi-destinasi wisata di Pulau Lombok dan Sumbawa.

"Pariwisata NTB akan lebih terasa geliat pemulihannya pascagempa kalau rute penerbangan langsung baru ini bisa terealisasi. Begitu juga penambahan frekuensi penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Lombok dari sejumlah kota di luar negeri maupun domestik. Kami sudah masifkan promosi untuk mengembalikan awareness wisatawan bahwa Lombok dan Sumbawa sudah aman untuk dikunjungi," ujarnya.

Baca: Biasa Hidup di Desa, Presiden Jokowi Mengaku tak Ambil Pusing dengan Becekan yang Dia Lalui

Gubernur NTB mengatakan nantinya AirAsia akan menerbangkan pesawat berkapasitas 180 orang melayani rute Perth-Lombok. Untuk memenuhi rute tersebut pemerintah memberikan kompensasi kepada AirAsia.

"Karena ini bisnis, harus ada untungnya. Mereka minta jaminan. Namanya block seat setengah dari kursi di tanggung pemerintah daerah. Seberapa besar itu, besar pasti nilainya," katanya.

Baca: Pemuda Noelsinas Kupang Dapat Pelatihan dan Pemberdayaan Wirausaha

Menurut dia, meski harus ditanggung Pemda, namun untuk pembiayaan block seat itu akan dibiayai oleh Kementerian Pariwisata. Jangka waktu kompensasi block seat selama enam bulan.

Namun, lanjut Zulkieflimansyah, kompensasi itu nantinya akan dilihat kembali jika jumlah penumpang menunjukkan peningkatan dan stabil.

"Kita ini beruntung, biayanya tidak ditanggung Pemda tapi Kemenpar. Mereka miliki dana untuk rute-rute baru dan ingin menjadikan NTB terutama Lombok jadi destinasi unggulan nasional," katanya.

Selain dengan AirAsia, Pemprov NTB juga menjalin kerja sama dengan maskapai Lion Air untuk merealisasikan penerbangan langsung dari Guangzhou (China)-Lombok dan Lombok-Jeddah (Arab Saudi).

Termasuk, untuk rute domestik, Lion Air dan Wings Air siap membuka rute penerbangan langsung Lombok-Labuan Bajo (NTT) dan Bima-Labuan Bajo.

"Potensi wisatawan dari China sangat besar dan mereka siap berangkat. Mekanismenya sejauh ini dengan model penerbangan carter dari beberapa kota di China ke Lombok. Memang butuh ikhtiar lebih untuk merealisasikan penerbangan Lion Air rute China-Lombok. Kami masih merumuskan bentuk yang paling ideal namun realistis dengan Lion Air," kata Zulkieflimansyah. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved