Berita Manggarai Barat

Uang Penyertaan Modal Rp 5 M Ke Bank NTT Tunda dan Jadi Silpa

Penyertaan modal pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tahun anggaran 2018 senilai Rp 5 miliar kepada Bank NTT, ditunda pencairannya dan

Uang Penyertaan Modal Rp 5 M Ke Bank NTT Tunda dan Jadi Silpa
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.   
Suasana sidang jawaban pemerintah di DPRD Mabar, Kamis malam. 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Penyertaan modal pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tahun anggaran 2018 senilai Rp 5 miliar kepada Bank NTT, ditunda pencairannya dan dananya menjadi  Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).

Demikian salah satu bagian dari jawaban pemerintah Kabupaten Mabar atas pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD, terhadap nota keuangan RAPBD tahun anggaran 2019.

Baca: Wagub NTT Belum Dapat Data ASN Koruptor ! Jika Ada Pasti Dipecat

Jawaban itu dibacakan oleh Wakil Bupati Mabar Maria Geong, saat sidang di DPRD tadi malam yang berlangsung hingga jam 01.00 Wita dini hari tadi, Jumat (23/11/2018).

"Penyertaan modal pemerintah daerah Kabupaten Mabar tahun anggaran 2018 senilai Rp 5 miliar kepada Bank NTT, ditunda pencairannya dan dananya menjadi Silpa guna membiayai kegiatan-kegiatan pada tahun anggaran 2019," kata Maria.
Disampaikannya juga bahwa pemerintah daerah tidak menganggarkan penyertaan modal ke PDAM tahun anggaran 2018 dan 2019.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) diminta untuk menghentikan penyertaan modal ke Bank NTT dan PDAM sambil melakukan evaluasi.

Demikian bunyi salah satu bagian pemandangan umum Fraksi Golkar terhadap pengantar nota keuangan atas rancangan APBD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tahun anggaran 2019 mendatang. 

Rapat pemandangan umum  berlangsung Rabu (21/11/2018) malam di ruang sidang utama lantai dua Kantor DPRD Mabar.

"Fraksi Golkar menyatakan dengan tegas agar penyertaan modal untuk sementara dihentikan, sambil mengevaluasi format perjanjian kerja sama antara pemerintah daerah dan Bank NTT Cabang Labuan Bajo. Hal yang sama juga bagi penyertaan modal ke PDAM Wae Mbeliling untuk sementara dievaluasi," kata Ketua Fraksi Golkar Paulina Jenia.

Fraksi itu juga meminta pemerintah agar siap siaga untuk menangani kemungkinan terjadinya bencana alam di musim hujan saat ini, terutama pada sejumlah ruas jalan kabupaten atau provinsi.

Khusus terhadap bencana alam angin kencang yang telah merusak puluhan rumah di Terang, Fraksi Golkar meminta pemerintah dan semua pihak yang tergerak untuk membantu agar menyalurkan bantuan tersebut melalui posko bencana yang sudah ada.

Sedangkan berkaitan dengan program pembangunan atau proyek tahun 2018 yang belum selesai karena persoalan waktu dan SDM agar diluncurkan lagi pada tahun anggaran 2019 mendatang.(*)

 

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved