Berita Kabupaten Flores Timur

Jual Arak di Larantuka, Petani Leworahang Selalu Diliputi Rasa Takut Disita Kepolisian

Terutama kehidupan para janda tua di desa. Mereka ternyata sehari-hari ke Kota Larantuka hanya untuk menjual minuman keras.

Jual Arak di Larantuka, Petani Leworahang Selalu Diliputi Rasa Takut Disita Kepolisian
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Elisabeth Pao Tukan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA-- Pekerjaan mengiris tuak ternyata menjadi pekerjaan pokok bagi sekitar 80 persen masyarakat Petani Leworahang Kecamatan Lewolema Flores Timur.

Dengan ketakpastian kehidupan bertani saat ini, iris tuak, lalu menjualnya di pasar menjadi pilihan satu-satunya untuk bisa menyambung hidup.

Terutama kehidupan para janda tua di desa. Mereka ternyata sehari-hari ke Kota Larantuka hanya untuk menjual minuman keras.

Baca: Gelombang Laut Terus Mengikis Pantai Pantura, Satu Persatu Pohon Kelapa Tumbang

Baca: Lakukan Operasi Pasar, Disperindag Bekerja Sama dengan BPOM

Sayangnya mereka tidak bisa berjualan bebas karena dibayangi oleh kehadiran polisi yang menyita jualan mereka.

"Kalau mereka larang kami jual arak, ambil kami punya arak, lebih baik datang bunuh kami saja. Ini hidup kami," cerita Elisabeth Pao Tukan (50) di kediamannya Jumat (23/11/2018).

Elisabeth baru saja tiba dari Kota Larantuka menumpangi angkutan umum. Di tangannya memegang sembako yang dibeli di pasar sehabis miras laku.

Saat mereka berjualan di pasar, cerita Elisabeth, mereka selalu awas jangan sampai ada polisi yang datang.

"Ada polisi pakai pakaian preman ambil arak, suruh bawa ke kantor polisi. Kita tunggu di kantor juga tidak tahu mau dibuat apa itu arak," cerita Elisabeth.

Padahal, tambah Elisabeth ada juga istri oknum anggota polisi juga sama-sama jual arak seperti mereka di pasar.

Halaman
12
Penulis: Felix Janggu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved